Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 06.09 WIB

Maskapai Penerbangan Terancam Berhenti Beroperasi Imbas Lonjakan Harga Avtur

ilustrasi pengisian avtur di bandara. (Dok. Pertamina) - Image

ilustrasi pengisian avtur di bandara. (Dok. Pertamina)

JawaPos.com – Lonjakan harga avtur belakangan ini diproyeksi bisa menekan keras industri penerbangan nasional.

Kondisi ini bahkan memunculkan ancaman serius, di mana maskapai berpotensi menghentikan operasional jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan, situasi industri penerbangan saat ini sudah berada di titik kritis.

Maskapai, kata dia, bisa kesulitan menanggung beban operasional yang melonjak akibat kenaikan harga bahan bakar.

Ia menyebut kerugian yang dialami maskapai tidak kecil. Bahkan, nilainya bisa mencapai belasan hingga puluhan miliar rupiah per hari.

“Ini memang kondisi yang sangat mendesak, gawat darurat. Setiap hari tidak ada keputusan (dari regulator), setiap hari kerugian ditanggung oleh airline. Minimal setiap airline belasan miliar, bahkan ada yang sampai puluhan miliar kerugiannya karena harga avtur yang naiknya luar biasa,” kata Alvin Lie kepada JawaPos.com, Kamis (2/4).

Lebih lanjut, Alvin menuturkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebenarnya telah melakukan pembahasan intensif bersama para pelaku industri untuk membahas dinamika lonjakan harga avtur.

Namun hingga hari ini, memang belum ada keputusan apapun yang diambil oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Padahal, Alvin menilai tanpa kepastian regulasi, maskapai menghadapi dua pilihan sulit, yakni menghentikan operasi atau menaikkan harga tiket secara tidak terkendali.

“Kalau tidak ada keputusan, pilihannya mereka menghentikan operasi atau mereka menaikkan harga seenaknya, terserah mereka mau menaikkan berapa, dan itu kan nggak baik. Berarti pemerintah tidak mampu mengatur,” tukasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore