
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau warganya untuk tak bepergian ke luar negeri di tengah konflik Timur Tengah yang memanas. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Pemerintah Kota Surabaya tak ingin kecolongan saat momentum Lebaran 2026 yang identik dengan mobilitas tinggi masyarakat. Kolaborasi dengan kalangan pengusaha pun digencarkan demi memperluas jangkauan CCTV di titik-titik rawan yang selama ini belum terpantau.
Langkah ini bukan sekadar penambahan kamera pengawas, melainkan bagian dari strategi besar membangun sistem keamanan kota yang lebih modern dan terintegrasi.
Fokus utama diarahkan pada ruas jalan protokol serta kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas warga.
Pemerintah Kota Surabaya melihat keterlibatan sektor swasta sebagai solusi untuk menutup celah pengawasan yang tidak bisa dijangkau sendiri oleh pemerintah.
Sinergi ini dinilai penting agar keamanan kota tidak hanya bergantung pada satu pihak.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, menegaskan kolaborasi ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Eri Cahyadi.
Pemerintah ingin mengajak pelaku usaha menjadi bagian aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.
“Pemkot Surabaya mengajak para pelaku usaha untuk turut berperan dalam menjaga keamanan kota melalui dukungan pemasangan CCTV di lingkungan sekitar tempat usaha mereka,” ujar Fikser, Rabu (18/3/2026).
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan pengusaha di Surabaya.
