
Garuda Fight Championship (GFC) hadirkan pertarungan bergengsi GFC Series 2 pada 27 Juni 2026 di Bali United Studio. (Istimewa)
JawaPos.com–Garuda Fight Championship (GFC) kembali menghadirkan ajang pertarungan bergengsi melalui GFC Series 2, yang akan digelar pada 27 Juni 2026 di Bali United Studio. Dipromotori One Hundred Percent Production (OHP) yang sudah bergerak di industri entertainment lebih dari 17 tahun.
GFC mengumumkan deretan fighter terbaik yang siap bertarung dalam fight card spektakuler. Sorotan utama tertuju pada Main Event yang mempertemukan Aziz (Red Corner) melawan KKajhe (Blue Corner) dalam laga Pro Boxing 5 ronde yang diprediksi akan menjadi pertarungan paling dinanti.
Selain itu, Co-Main Event akan mempertemukan Kkungke vs Adhi, serta total 14 pertarungan yang terdiri dari kategori atlet profesional hingga influencer fight. GFC Series 2 sebagai kombinasi sport & entertainment yang kuat.
Helmi Darajat Arifin @paparock, promotor dan juga CEO GFC mengatakan, GFC Series 2 bukan hanya soal pertandingan, tapi tentang membangun ekosistem combat sports yang lebih besar di Indonesia. Kami ingin menghadirkan kualitas fight yang kompetitif sekaligus hiburan yang relevan dengan audience saat ini.
Press conference dihadiri Promotor & CEO Garuda Fight Championship Helmi Darajat Arifin, Promotor & Co-CEO Garuda Fight Championship Laurend Hutagalung, Promotor & CEO OHP Production Jimmy Saputro, Deputy COO RCTI+ Ade Rachman, Fighter Red Corner, Fighter Blue Corner. Selain itu, perwakilan Senction KTI Joshua, perwakilan Senction ICC Suwardi, dan ICB President Michael Buker.
Kehadiran seluruh fighter dari kedua kubu menciptakan tensi tinggi sejak awal, memperlihatkan rivalitas yang siap memanas hingga hari pertandingan. Mengangkat tema besar Clan KK vs Everyone, GFC Series 2 menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan ini adalah benturan identitas, gaya bertarung, dan karakter di dalam ring.
Clan KK dikenal sebagai kelompok petarung dengan karakter agresif, eksplosif, dan penuh percaya diri. Nama-nama seperti KKajhe, Kkungke, hingga KKcal telah menjadi representasi gaya bertarung berani yang mengandalkan tekanan dan intensitas tinggi sejak ronde pertama.
Di sisi lain, Everyone hadir sebagai simbol petarung dengan pendekatan lebih terukur mengandalkan teknik, strategi, dan ketenangan dalam membaca permainan. Ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tetapi siapa yang lebih siap secara mental dan taktik.
Pertarungan ini menjadi lebih dari sekadar duel fisik melainkan konflik dua identitas besar dalam dunia combat sports Indonesia.
