
Belda, seorang pelatih MMA melumpuhkan turis asal Rusia yang dinilai meresahkan. (Istimewa)
JawaPos.com - Aksi heroik sekaligus kontroversial terjadi di Pulau Dewata Bali. Belda, seorang pelatih MMA yang juga dikenal sebagai jebolan ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB), mendadak viral setelah melumpuhkan seorang turis asal Rusia yang dinilai meresahkan warga dan pengguna jalan di Bali.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @belda_brig_sando, Belda membagikan detik-detik saat dirinya terlibat perseteruan sengit hingga mencekik bule mabuk tersebut hingga jatuh pingsan.
Menurut keterangan Belda, aksi tersebut bukan tanpa alasan. Turis asing tersebut diduga dalam kondisi mabuk berat dan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum, mulai dari menyentuh orang sembarangan hingga menghentikan kendaraan di tengah jalan.
Baca Juga:TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Dubes RI di PBB: Ini Bisa Masuk Kejahatan Perang
Situasi memanas ketika sang bule mulai melakukan kontak fisik kepada rekan Belda. Hal inilah yang memicu sang pelatih MMA untuk turun tangan secara langsung.
"Pria ini mabuk - menyentuh orang, berjalan di tengah jalan, menghentikan orang asing dan bahkan menampar kepala seperti itu normal. Tidak ada yang mengatakan apa-apa sampai dia menyentuh salah satu teman saya. Saat itulah saya melangkah masuk, dan itu berubah menjadi pertarungan," ungkap Belda dalam postingannya.
Meski aksinya mendapat banyak dukungan dari netizen yang geram dengan tingkah laku turis nakal, Belda tetap menyampaikan permohonan maaf atas tindakan kekerasan yang ia lakukan. Ia mengaku sempat tersulut emosi karena perilaku bule tersebut sudah melewati batas.
"Apa yang saya lakukan mungkin tidak benar, dan untuk itu saya minta maaf. Aku manusia - kadang-kadang emosi mengambil alih. Tapi aku tidak memulainya. Dia melewati batas lebih dulu," tulisnya.
Belda juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan etika selama berada di Bali. Baginya, kenyamanan Bali harus dijaga bersama oleh penduduk lokal maupun wisatawan.
"Bali adalah tempat yang indah, dan orang-orang di sini baik dan hormat. Itulah yang kami ingin semua orang alami. Tapi rasa hormat berjalan dua arah. Aku lelah melihat beberapa orang asing datang ke sini dan bertindak tanpa rasa hormat. Mari kita menjaga Bali seperti yang seharusnya - orang-orang baik, energi baik. Jika Anda menghormati kami, kami menghormati Anda," imbuh Belda.
