
Kendaraan UNIFIL melaju di jalan utama di Qlayaa, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah, saat konflik AS-Israel dengan Iran berlanjut, di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026. (Reuters).
JawaPos.com - Ketegangan di Lebanon selatan kembali memicu kekhawatiran publik Indonesia, bukan hanya karena insiden terbaru yang melukai prajurit, tetapi juga gelombang doa dan kecemasan dari keluarga personel TNI yang viral di media sosial.
Sebelumnya diberitakan, tiga personel Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Jumat (3/4) sore waktu setempat.
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan insiden tersebut melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya dalam kondisi serius.
“Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujar Ardiel dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC).
Baca Juga:Iran Tembak Jatuh Helikopter Black Hawk AS Saat Misi Penyelamatan Pilot, Nasib Awak Masih Misterius
Ketiga prajurit Indonesia tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, UNIFIL masih menyelidiki sumber ledakan tersebut.
“Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” tambah Ardiel.
Di tengah kabar mencekam tersebut, perhatian publik Indonesia tertuju pada unggahan di Instagram, khususnya dari akun @gazaupdate, yang membagikan informasi terkait serangan Israel di Lebanon.
Kolom komentar unggahan itu dipenuhi pesan emosional dari para pengguna yang mengaku sebagai keluarga, bahkan istri prajurit TNI yang sedang bertugas di UNIFIL.
Salah satu komentar yang viral datang dari akun @littaa28:
