
Praka Farizal Rhomadhon bersama istri dan anak. (instagram Praka Farizal)
JawaPos.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mengecam keras segala bentuk kekerasan yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.
Duka tersebut terasa begitu dekat bagi Muhammadiyah. Karena, Praka Farizal Rhomadhon merupakan kader Muhammadiyah asal Kulon Progo, Jogjakarta.
Haedar mengungkapkan, almarhum dikenal dekat dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Bahkan, melalui akun media sosial pribadinya, Praka Farizal aktif memopulerkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), khususnya pada bulan Ramadhan 1447 H.
“Dalam beberapa postingan Instagram-nya bahkan mempopulerkan KHGT. Ini pertanda bahwa yang bersangkutan selain bertugas sebagai pasukan perdamaian, juga lekat dengan spirit Muhammadiyah,” kata Haedar dalam acara Silaturahmi Idul Fitri PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (31/3).
Meski konflik global masih terus berlangsung tanpa titik terang, Haedar berharap perdamaian dunia tetap dapat terwujud dalam waktu dekat.
Menurut Haedar, maraknya perang dan konflik yang terjadi belakangan ini merupakan tanda kebuntuan peradaban modern. Ia menilai, setelah peristiwa Holocaust, seharusnya dunia tidak lagi mengulangi tragedi kemanusiaan serupa.
“Namun kenyataannya peristiwa-peristiwa itu terus berulang. Dunia modern yang diwakili negara-negara maju semestinya mampu menghentikan kekerasan semacam ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, cita-cita besar peradaban modern abad ke-20 dan ke-21 belum tercapai jika kekerasan, genosida, dan neokolonialisme masih terus terjadi.
Haedar juga menyoroti bahwa berbagai pendekatan pemikiran, termasuk postmodernisme, belum mampu memberikan solusi nyata untuk menghentikan kerusakan global tersebut.
