
Praka Farizal Rhomadhon bersama istri dan anak. (instagram Praka Farizal)
JawaPos.com - Kabar duka menyelimuti keluarga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Praka Farizal Rhomadhon, salah satu dari tiga prajurit yang dinyatakan gugur akibat eskalasi konflik di Lebanon Selatan, meninggalkan cerita menyentuh di detik-detik terakhirnya.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir Praka Farizal dilakukan bersama sang istri tepat sebelum insiden maut tersebut terjadi.
Kakak ipar almarhum, Moh. Fitra Abdul Aziz, menceritakan bahwa adik iparnya tersebut masih menjalin kontak dengan keluarga di tanah air sebelum dikabarkan meninggal dunia. Tak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga sebelumnya.
"Tadi adiku konfirmasi kalau beliau Farizal meninggal sesaat setelah izin mau sholat ke istrinya," ungkap Fitra kepada JawaPos.com.
Kepergian yang mendadak ini mengejutkan seluruh anggota keluarga. Padahal, pagi harinya mereka masih beraktivitas seperti biasa sebelum akhirnya menerima kabar duka dari markas besar.
Di mata keluarga, Praka Farizal dikenal sebagai sosok yang sangat hangat dan berdedikasi tinggi. Menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia adalah impian yang berhasil ia wujudkan tahun lalu.
Baca Juga:Siapakah Callmesloo? Kreator Konten Dewasa Asal Perancis yang Terseret Kasus Viral di Bali
"Beliau orangnya baik, sangat sayang sama keluarga, khususnya anak istrinya, tiap hari mesti telfonan sama anaknya, dan emang cita-cita beliau untuk jadi tentara perdamaian dunia, dan tahun lalu pas ada seleksi, alhamdulillahnya lolos tugas di Lebanon," kenang Fitra.
Almarhum juga sudah memiliki rencana besar setelah menyelesaikan masa tugasnya di Lebanon yang dijadwalkan berakhir pada Mei ini. "Rencana sepulangnya tugas beliau mau lanjut pendidikan dan ingin tugas dinas di Jogja," tambahnya.
Sebelum berangkat menjalankan misi bersama UNIFIL, Praka Farizal sempat meminta doa restu kepada seluruh keluarga agar diberikan keselamatan selama bertugas di area konflik.
