
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa jenazah 3 prajurit TNI yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan segera tiba di Indonesia.
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa jenazah 3 prajurit TNI yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan segera tiba di Indonesia.
Berdasar jadwal penerbangan, pesawat yang membawa ketiga jenazah tersebut sudah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu sore (4/4).
Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Sirat menyampaikan bahwa pemulangan jenazah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, berjalan sesuai rencana.
”Proses pemulangan jenazah 3 prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon telah terkoordinasi dan berjalan sesuai rencana,” kata dia saat dikonfirmasi pada Jumat (3/4).
Rico mengungkapkan bahwa ketiga jenazah prajurit TNI itu diterbangkan dari Beirut hari ini. Kemudian dijadwalkan sudah tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta besok sore. Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ketiga jenazah tersebut akan dibawa ke Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma.
”Selanjutnya akan dilaksanakan prosesi persemayaman militer di Lanud Halim Perdanakusuma sebelum diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer,” terang Rico.
Sebelumnya, Rico Sirait menyampaikan bahwa ketiga jenazah sudah diurus oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk dipulangkan ke tanah air. Menurut dia, jenazah ketiga prajurit TNI itu akan diberangkatkan dari Lebanon ke Indonesia menggunakan maskapai komersial.
”Pemberangkatan kemungkinan kalau nggak hari Jumat akan dilaksanakan hari Sabtu karena minimnya penerbangan yang sedang ada saat ini di daerah konflik di (wilayah negara) Teluk. Sehingga update berikutnya akan kami sampaikan setelah ada kepastian kepulangan dari jenazah tiga prajurit TNI yang telah gugur,” ujarnya.
Pada Senin (30/3), Mabes TNI telah merilis data-data prajurit TNI yang terdampak konflik tersebut. Yakni Praka Farizal Rhomadhon yang dinyatakan gugur serta Praka Rico Pramudia yang dilaporkan menderita luka berat. Selain itu ada Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.
”Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.
