
Prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti Praka Farizal Rhomadhon bersama keluarganya. (istimewa)
JawaPos.com - Seorang prajurit terbaik TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, Praka Farizal Rhomadhon, dinyatakan gugur. Ia meninggal dunia setelah sebuah proyektil menghantam pos penjagaan di dekat Desa Adchit al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3).
Insiden tragis ini diduga terjadi akibat eskalasi serangan di wilayah tersebut. Praka Farizal, yang merupakan bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, harus merenggang nyawa demi menjaga stabilitas perdamaian dunia di tengah konflik yang memanas.
Praka Farizal Rhomadhon adalah putra bangsa kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998. Di usianya yang baru menginjak 28 tahun, ia telah mengemban amanah besar sebagai pasukan penjaga perdamaian.
Dalam kesehariannya, ia tercatat sebagai personel kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam IM. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Taban Provost 1 Ru Provost Kima. Dedikasinya terhadap seragam hijau loreng dan baret biru PBB terpancar jelas dari jejak digital yang ditinggalkannya.
Meninggalkan Istri dan Anak yang Masih Balita di Runah Dinas Aceh
Kepergian Praka Farizal menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/JS, Bireuen, Aceh. Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, 25, dan putri kecilnya yang baru berusia 2 tahun, Shanaya Almahyra Elshanu.
Pasangan ini menikah pada Juli 2023 lalu. Momen keberangkatannya menjadi pasukan perdamaian pada Mei 2025 menjadi kenangan yang mengharukan, di mana ia sempat berfoto bersama keluarga kecilnya sebelum bertolak ke medan tugas.
Kebanggaan Menjadi Pasukan Perdamaian PBB
Melalui akun media sosialnya, Praka Farizal sering membagikan rasa bangganya menjalankan tugas negara. Ia kerap mengunggah aktivitas saat menjaga perbatasan Lebanon dan mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya ia dalam misi internasional tersebut.
Sebelum gugur, almarhum sempat menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah pada Oktober 2025. Tak ada yang menyangka, momen ibadah tersebut menjadi perjalanan spiritual terakhirnya sebelum berpulang sebagai syuhada perdamaian.
