
Ilustrasi nutrisi yang terbukti membantu memperlambat proses penuaan pada lansia, menurut ilmuwan (freepik/ gpointstudio)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan, mulai dari penurunan massa otot hingga meningkatnya risiko kerusakan sel. Kondisi ini merupakan bagian dari proses penuaan yang terjadi secara alami.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa asupan nutrisi tertentu dapat membantu memperlambat beberapa efek penuaan tersebut.
Nutrisi ini berperan penting dalam melindungi sel dari kerusakan, menjaga kekuatan dan elastisitas otot, serta mendukung fungsi otak.
Dengan memperhatikan jenis nutrisi yang dikonsumsi, lansia dapat mempertahankan kebugaran, kesehatan fisik, dan kualitas hidup yang lebih baik seiring bertambahnya usia.
Dilansir dari laman RBC Ukraine pada Jumat (13/3), berikut merupakan 3 nutrisi yang terbukti membantu memperlambat proses penuaan pada lansia, menurut ilmuwan.
1. Antioksidan
Antioksidan berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif dan peradangan. Kedua proses ini diketahui dapat mempercepat penuaan pada sel.
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada kemampuan tubuh untuk menetralkannya.
Antioksidan membantu menyeimbangkan kondisi ini dengan menetralkan radikal bebas sehingga kerusakan sel dapat dikurangi.
Sumber antioksidan dapat ditemukan pada berbagai makanan alami, terutama buah dan sayuran yang berwarna cerah, serta makanan yang kaya akan vitamin A dan vitamin C.
Salah satunya adalah anggur muscadine, yang memiliki kandungan polifenol yang tinggi.
Senyawa polifenol ini diketahui dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit serta mendukung tubuh dalam melawan proses peradangan, sehingga secara tidak langsung membantu memperlambat tanda-tanda penuaan.
2. Protein
Protein memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai fungsi tubuh, terutama dalam perbaikan jaringan, pembentukan dan pemeliharaan otot, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Ketika seseorang memasuki usia sekitar 40 tahun, tubuh mulai mengalami perubahan dalam cara memanfaatkan protein.
