
Kepala BPOM saat melakukan kunjungan ke Lotte Grosir di Jakarta Timur untuk mengecek keamanan pangan jelang lebaran Idulfitri (BPOM)
JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan gudang penyimpanan makanan beku yang melebihi kapasitas saat melakukan pemeriksaan keamanan pangan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Temuan tersebut didapat saat inspeksi di Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengingatkan bahwa kondisi gudang dingin yang terlalu penuh berisiko meningkatkan suhu ruangan. Hal itu dapat mempercepat kerusakan pangan yang disimpan di dalamnya.
“Gudang dingin yang overload juga berisiko menyebabkan suhu ruangan meningkat sehingga pangan yang disimpan di dalamnya potensial untuk rusak lebih cepat,” ujarnya, Selasa (10/3).
Ia menegaskan bahwa motif ekonomi tidak boleh membuat pengusaha jadi mengesampingkan keamanan pangan.
Taruna menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadhan dan menjelang Lebaran yang dilakukan BPOM bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kunjungan kerja itu, Taruna Ikrar memimpin langsung peninjauan ke dua lokasi strategis, yakni fasilitas produksi PT Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) di Jakarta Utara serta Lotte Grosir Pasar Rebo di Jakarta Timur.
Di pabrik Holland Bakery sendiri, BPOM meninjau langsung proses produksi untuk memastikan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Peninjauan dilakukan dengan memantau langkah perbaikan dan pencegahan yang diterapkan perusahaan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk.
Setelah meninjau sektor produksi, pengawasan dilanjutkan ke sektor distribusi di Lotte Grosir Pasar Rebo. Di lokasi tersebut, BPOM memeriksa penerapan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB), termasuk pengecekan izin edar produk, label kemasan, serta masa kedaluwarsa.
Selain temuan gudang frozen yang overload, BPOM juga memaparkan hasil pengawasan pangan secara nasional. Hingga tahap ketiga pada 2026, BPOM telah memeriksa 1.134 sarana peredaran pangan, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 56.027 pieces produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan, seperti kedaluwarsa, rusak, atau tidak memiliki izin edar. Jumlah ini meningkat sekitar 83 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Di wilayah DKI Jakarta sendiri, BPOM memeriksa 18 sarana peredaran pangan dan menemukan sembilan di antaranya tidak memenuhi ketentuan. Temuan yang paling banyak adalah makanan ringan ilegal yang beredar di pasaran.
Pengawasan juga dilakukan terhadap makanan takjil yang banyak dijual selama Ramadan. Dari 222 sampel takjil yang diuji di Jakarta, BPOM menemukan 10 sampel atau sekitar 4,5 persen mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil rodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu.
