Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 03.53 WIB

Tiongkok Diproyeksi Salip Amerika Serikat sebagai Ekonomi Terbesar Dunia dalam 10 Tahun, Menurut Akademisi

Profesor Li Cheng: Tiongkok di jalur menjadi ekonomi terbesar dunia dalam 10 tahun. (SCMP) - Image

Profesor Li Cheng: Tiongkok di jalur menjadi ekonomi terbesar dunia dalam 10 tahun. (SCMP)

JawaPos.com — Proyeksi bahwa Tiongkok akan menggantikan Amerika Serikat (AS) sebagai ekonomi terbesar di dunia dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang kembali menguat dalam diskusi global. Prediksi ini didasarkan pada kemampuan struktural ekonomi Tiongkok yang dinilai lebih siap menghadapi tantangan jangka panjang dibandingkan AS, sementara kebijakan dalam negeri Negeri Paman Sam dinilai kerap kontraproduktif.

Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (27/3/2026), Profesor Li Cheng, Direktur Pendiri Centre on Contemporary China and the World di University of Hong Kong, menyatakan bahwa perekonomian Tiongkok “masih berada di jalur” untuk menyalip AS dalam satu dekade ke depan meskipun saat ini ekonomi Tiongkok tengah menjalani fase transisi struktural yang kompleks. 

Li Cheng menyampaikan pandangan itu di Boao Forum for Asia di Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, di hadapan para pemimpin politik dan bisnis Asia. Dia menekankan bahwa tantangan domestik yang dihadapi AS saat ini lebih dalam dan berakar pada konflik internal yang berkepanjangan.

Profesor Li Cheng mengatakan bahwa jika dibandingkan, periode transisi yang dialami AS bisa memakan waktu yang panjang serupa dengan pengalaman sejarah Tiongkok sendiri. Dia menyatakan, “Revolusi Budaya Tiongkok berlangsung selama 10 tahun. Saya berpikir proses transisi di AS mungkin juga akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun,” merujuk pada dinamika internal Amerika Serikat.

Li Cheng menyoroti bahwa kebijakan konservatif dan sikap anti globalisasi di AS, termasuk pembatasan kerja sama riset dengan Tiongkok dan pembatasan mahasiswa internasional, memperburuk ketidakpastian ekonomi. Dia menjelaskan bahwa meski perdagangan sering dikaitkan dengan globalisasi, sebenarnya hal itu bukan faktor utama dalam pembangunan ekonomi AS saat ini. “Permusuhan terhadap globalisasi sangat meluas di AS, meskipun perdagangan bukan faktor paling penting dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya secara langsung.

Selain proyeksi tersebut, data dari World Economic League Table oleh Centre for Economics and Business Research menunjukkan bahwa perekonomian Tiongkok diperkirakan akan melampaui AS sebagai ekonomi terbesar dunia pada akhir dekade ini berdasarkan tren pertumbuhan ekonomi dan ukuran produk domestik bruto. 

Perkembangan ini didukung pula oleh pertumbuhan kelas menengah di Asia, khususnya di Tiongkok, yang menunjukkan ekspansi signifikan meskipun pertumbuhan ekonomi nasional sedikit melambat. Bank Dunia mencatat bahwa selama beberapa dekade terakhir kelas menengah di kawasan Asia mengalami perluasan yang kuat sementara kelas menengah di Eropa dan AS justru mengalami penyusutan relatif. 

Walaupun proyeksi Tiongkok melampaui AS makin kuat, tidak berarti tidak ada risiko signifikan yang harus dihadapi. Tantangan struktural seperti lemahnya permintaan domestik, kebutuhan reformasi sistem finansial, serta tekanan geopolitik dan perang dagang dapat memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam jangka panjang. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore