Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 April 2026, 01.09 WIB

Lonjakan Investasi Sains Tiongkok Tembus Rp 1.051 Triliun pada 2026, Sinyal Kuat Perebutan Dominasi Teknologi Global

Pesawat listrik lepas landas vertikal (eVTOL) futuristik buatan Dreamfly Technology Co tampil perdana di Appliance & Electronics World Expo 2026 di Shanghai, 12 Maret 2026. / Foto: (Global Times) - Image

Pesawat listrik lepas landas vertikal (eVTOL) futuristik buatan Dreamfly Technology Co tampil perdana di Appliance & Electronics World Expo 2026 di Shanghai, 12 Maret 2026. / Foto: (Global Times)

JawaPos.com — Pemerintah Tiongkok mempertegas ambisinya dalam perlombaan teknologi global dengan meningkatkan belanja sains dan teknologi ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada 2026, anggaran sektor ini diproyeksikan melampaui 400 miliar yuan atau setara sekitar Rp1.051 triliun (dengan kurs Rp 2.466 per yuan), mencerminkan dorongan besar menuju kemandirian teknologi dan inovasi jangka panjang.

Kenaikan ini tidak sekadar angka, tetapi mencerminkan perubahan strategi besar dalam menghadapi ketidakpastian global, termasuk meningkatnya proteksionisme dan fragmentasi rantai pasok. Pemerintah menempatkan sains dan teknologi sebagai pilar utama untuk menjaga stabilitas industri sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan global dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman.

Dilansir dari Global Times, Jumat (3/4/2026), Kementerian Keuangan Tiongkok menetapkan anggaran sains dan teknologi sebesar 426,42 miliar yuan pada 2026, naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Para ahli menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat kemandirian teknologi. 

Seorang analis menyebut, “Peningkatan investasi dalam sains dan teknologi sangat penting untuk mengamankan industri dan rantai pasok di tengah meningkatnya unilateralisme dan proteksionisme global.”

Secara historis, peningkatan ini sangat signifikan. Pada 2008, belanja sains dan teknologi Tiongkok hanya sekitar 107,7 miliar yuan atau sekitar 8 persen dari total pengeluaran pemerintah. Kini, sektor ini melonjak menjadi prioritas strategis utama, seiring dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) yang menekankan pembangunan ekonomi berkualitas tinggi berbasis inovasi.

Fokus investasi juga menunjukkan pergeseran mendasar. Alokasi untuk riset dasar mencapai 116,94 miliar yuan, meningkat 16,3 persen dari tahun sebelumnya. Wakil Sekretaris Jenderal Forum Integrasi Ekonomi Digital dan Riil, Hu Qimu, menegaskan, “Belanja kini lebih difokuskan pada riset dasar, terutama untuk mendanai laboratorium nasional dan infrastruktur ilmiah besar, mencerminkan pergeseran dari aplikasi jangka pendek menuju pembangunan kapasitas inovasi orisinal.”

Hu menambahkan, “Riset dasar mungkin membutuhkan waktu lama, tetapi terobosannya sering kali bersifat fundamental, memainkan peran kunci dalam memperkuat daya saing teknologi.” Pernyataan ini menegaskan bahwa Tiongkok tidak lagi hanya mengejar hasil cepat, tetapi membangun fondasi ilmiah jangka panjang untuk dominasi teknologi.

Di sisi lain, riset terapan tetap menjadi tulang punggung dengan alokasi sekitar 156,91 miliar yuan atau sekitar 40 persen dari total anggaran. Analis industri senior, Ma Jihua, menjelaskan, “Nilai sejati dari kemajuan ilmiah terletak pada penerapannya dalam kehidupan nyata.” Dia menambahkan, “Tiongkok memiliki keunggulan alami dengan ukuran pasar yang besar, dan kebijakan yang menekankan integrasi sains dan teknologi dengan ekonomi.”

Konsistensi investasi ini juga tercermin dalam indikator makro. Pada 2025, intensitas belanja riset dan pengembangan (R&D) mencapai 2,8 persen dari PDB, melampaui rata-rata negara-negara OECD untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya mengejar volume, tetapi juga kualitas investasi inovasi.

Lebih jauh, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan proporsi belanja R&D pada riset dasar serta memperkuat dukungan jangka panjang yang stabil. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan “kekuatan produktif berkualitas baru” yang menjadi inti transformasi ekonomi nasional.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore