
Keajaiban arsitektur Tiongkok yang menampilkan perpaduan antara sejarah dan inovasi modern. (Wikimedia Commons)
JawaPos.com - Tiongkok dikenal dengan sejarah dan kebudayaannya yang panjang, yang tercermin jelas dalam keindahan arsitekturnya. Dari bangunan kuno yang penuh makna hingga gedung pencakar langit yang melambangkan modernitas, Negeri Tirai Bambu ini menawarkan banyak keajaiban arsitektur yang memukau. Berikut lima arsitektur di Tiongkok yang wajib masuk daftar kunjunganmu:
1. Tembok Besar Tiongkok (Great Wall of China)
Tembok Besar Tiongkok bukan hanya sekedar keajaiban arsitektur, tetapi juga simbol kebudayaan panjang Tiongkok. Seiring berjalannya waktu, fungsi tembok ini berkembang dari struktur pertahanan militer menjadi simbol kekuasaan kekaisaran, hingga kini menjadi monumen wisata yang kaya nilai sejarah.
Dilansir dari Parametric Architecture, pembangunan Tembok Besar dimulai pada abad ke-7 SM, namun bagian yang paling terkenal dibangun pada masa pemerintahan Kaisar pertama Tiongkok, Qin Shi Huang, sekitar tahun 221-206 SM. Dengan panjang mencapai 21.196 km, Tembok Besar tercatat sebagai struktur buatan manusia terpanjang dalam sejarah.
Ketertarikan wisatawan terhadap Tembok Besar mulai muncul pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kemudian, proses restorasinya dilakukan dengan menggabungkan keterampilan tradisional dan metode modern untuk menjaga keaslian bangunan. Batu bata, balok batu, serta teknik tanah padat digunakan untuk memperbaiki bagian yang rusak, sementara bahan seperti semen modern hanya digunakan untuk memperkuat struktur tanpa mengubah tampilan historisnya.
2. Kota Terlarang (The Forbidden City), Beijing
Dikutip dari Smart History, Kota Terlarang merupakan kompleks megah dengan dinding merah dan atap genteng berlapis kuning yang berdiri di Beijing. Kompleks ini bagaikan sebuah kota kecil tersendiri, dengan panjang 961 m dan lebar 753 m. Di dalamnya terdapat lebih dari 90 kompleks istana yang mencakup 98 bangunan, dan dikelilingi oleh parit selebar 52 m.
Sebagai pusat upacara, ritual, dan tempat tinggal kekaisaran, tata letak Kota Terlarang dirancang berdasarkan tatanan kosmik ideal dalam ideologi Konfusianisme. Gaya arsitektur Kota Terlarang juga mencerminkan hierarki sosial yang kuat. Setiap bangunan mengikuti pedoman dari Yingzao Fashi atau Treatise on Architectural Methods, yaitu panduan arsitektur abad ke-11 yang menetapkan desain bangunan berdasarkan status penghuninya di dalam sistem sosial kekaisaran.
3. Kuil Surga (The Temple of Heaven), Beijing
Dikutip dari UNESCO, Kuil Surga merupakan kompleks yang tersusun secara simetris di sepanjang bagian utara-selatan. Di bagian selatan terdapat Circular Mound Altar yang terbuka ke langit, diikuti oleh Imperial Vault of Heaven yang memiliki atap berbentuk kerucut, serta Hall of Prayer for Good Harvests, yakni bangunan utama dengan tiga tingkat dan atap melingkar yang megah.
Di tempat inilah para kaisar dari Dinasti Ming dan Qing berperan sebagai perantara antara manusia dan langit. Mereka melakukan persembahan dan berdoa demi hasil panen yang melimpah. Di sebelah barat kompleks terdapat Hall of Abstinence, tempat kaisar berpuasa setelah melakukan ritual pengorbanan.
Seluruh area dikelilingi oleh tembok ganda dengan pepohonan pinus yang rimbun. Secara keseluruhan, kompleks ini memiliki 92 bangunan kuno dengan sekitar 600 ruangan, menjadikannya kompleks persembahan kekaisaran paling lengkap dan terbesar yang masih berdiri hingga kini.
4. Menara Shanghai (Shanghai Tower), Shanghai
Dikutip dari Institution of Civil Engineers, Menara Shanghai menjulang setinggi 632 m dengan 128 lantai di kawasan Lujiazui, Shanghai. Gedung ini selesai dibangun pada 2015 dan dibuka untuk publik pada 2016. Menara ini merupakan salah satu gedung tertinggi di dunia dan mampu menampung hingga 16.000 orang.
