
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Setelah momen mudik dan silaturahmi Lebaran usai, banyak orang mulai merencanakan liburan singkat untuk melepas penat sebelum kembali ke rutinitas. Salah satu destinasi favorit yang selalu ramai dikunjungi adalah Bandung.
Selain menggunakan mobil pribadi dan kereta konvensional, kini ada pilihan transportasi yang jauh lebih cepat: Kereta Cepat Whoosh.
Kereta cepat pertama di Indonesia sekaligus Asia Tenggara ini menjadi salah satu moda transportasi favorit wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis. Dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat biasa, Whoosh sering dipilih untuk perjalanan singkat, bahkan sekadar 'pulang-pergi sehari' ke Bandung.
Buat yang berencana memanfaatkan momen liburan setelah Lebaran, ada beberapa fakta menarik yang patut diketahui. Informasi ini bisa menjadi referensi sebelum memesan tiket dan merencanakan perjalanan.
Salah satu alasan utama orang memilih Whoosh adalah kecepatannya. Kereta ini memiliki kecepatan operasional hingga sekitar 350 km/jam, membuatnya menjadi kereta tercepat di kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang atau Stasiun Tegalluar Summarecon hanya memakan waktu sekitar 30–45 menit.
Sebagai perbandingan, perjalanan mobil lewat tol biasanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dalam kondisi normal. Pada periode setelah Lebaran, arus lalu lintas menuju destinasi wisata seperti Bandung juga masih berpotensi padat.
Dengan Whoosh, jarak Jakarta–Bandung terasa jauh lebih dekat.
Nama Whoosh bukan sekadar meniru suara kereta cepat yang melesat. Istilah ini merupakan akronim dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat.
Nama tersebut dipilih untuk menggambarkan tujuan utama layanan kereta cepat ini: mempersingkat waktu perjalanan sekaligus menghadirkan teknologi transportasi modern.
