Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 22.48 WIB

Hoax Indonesia Diancam Jenderal Israel Agar Tidak Ikut Campur Perang Iran

Hoax jenderal Israel ancam Indonesia tidak ikut perang Iran. (Istimewa)

 

 
JawaPos.com - Di tengah perang antara Iran, Israel dan Amerika Serikat, beredar kabar Indonesia menerima ancaman dari seorang jenderal Israel. Kabar ini pun menuai kekhawatiran dari publik jika Indonesia ikut terseret perang tersebut.
 
Akademisi sekaligus analis hubungan internasional, Ulta Levenia memastikan kabar tersebut hanya hoax. Dia menduga ada pihak tidak bertanggungjawab membuat kabar tersebut untuk membuat kegaduhan dan mendiskreditkan pemerintah.
 
Ulta meminta kepada masyarkat agar memverifikasi informasi yang diterima. Dengan begitu, tidak mudah termakan hasutan yang tidak memiliki dasar.
 
“Memang disinformasi dan propaganda saat ini sudah sangat berbahaya. Bahkan ada seorang profesor yang katanya sudah belajar di luar negeri, masih saja terjebak oleh ‘jebakan Batman’ disinformasi dan hoaks,” ujar Ulta, Jumat (6/3).
 
Menurutnya, beberapa hari terakhir muncul narasi di media sosial yang menyebut seorang jenderal Israel bernama Jacob Ariel Ashabi mengancam Indonesia agar tidak ikut campur dalam konflik Iran. Jika tidak, Indonesia disebut-sebut akan diserang Israel.
 
Ulta menelusuri nama tersebut namun tidak pernah menemukannya. Oleh karena itu, dia menyimpulkan kabar tersebut tidak benar.
 
“Ini hoaks. Jenderal yang disebut sebagai Jacob Ariel Ashabi itu ternyata tidak ada di dunia ini. Nama yang sebenarnya adalah Aviv Kochavi, yang memang pernah menjabat di Israel Defense Forces,” jelasnya.
 
Menurut Ulta, terdapat manipulasi foto seorang tokoh militer Israel. Foto ini dibubuhi narasi ancaman yang dramatis untuk menciptakan ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat.
 
“Nah, fotonya ini diambil lalu dibuatlah judul sedemikian rupa dengan propaganda yang sangat mencekam agar masyarakat menjadi takut. Tujuannya membuat suasana menjadi tegang dan lebih jauh lagi untuk memengaruhi masyarakat Indonesia agar menekan pemerintah,” imbuhnya.
 
Ulta menyakini, penyebaran hoaks ini untuk membangun opini publik agar menekan pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik internasional.
 
“Nah, banyak yang termakan hoaks ini. Bahkan mereka ikut mengamplifikasi pernyataan-pernyataan propaganda itu. Bahkan akademisi yang disebut tadi malah ikut membesar-besarkan,” ucapnya.
 
Ulta juga menyayangkan adanya sejumlah kalangan terdidik yang ikut menyebarkan narasi tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Baginya terbuka kemungkinan adanya operasi intelijen dalam dinamika geopolitik global.
 
“Kalau misalnya agen Mossad atau agen intelijen memang ada di Indonesia, itu mungkin saja karena namanya juga operasi intelijen. Tapi kalau hoaks seperti ini, itu jelas kesengajaan karena sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar kita panik,” tandasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore