Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 23.20 WIB

KONI Pusat Laporkan Persiapan PON Nusa Tenggara 2028 ke Menpora, Jakarta Dipilih Jadi Kota Penyangga

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi menyerahkan laporan perkembangan PON XXII 2028 NTT-NTB kepada Menpora RI Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/3). (Dok. KONI) - Image

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi menyerahkan laporan perkembangan PON XXII 2028 NTT-NTB kepada Menpora RI Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/3). (Dok. KONI)

JawaPos.com - Persiapan PON Nusa Tenggara XXII/2028, terus menunjukkan progres signifikan. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi menyerahkan laporan perkembangan PON XXII 2028 NTT-NTB kepada Menpora RI Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/3).

Dalam pertemuan tersebut, Marciano memaparkan detail mengenai cabang olahraga (cabor) serta kesiapan venue yang akan digunakan pada PON 2028. Secara prinsip, ajang ini akan menitikberatkan pada cabor Olimpiade, cabor DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), cabor unggulan internasional, serta cabor pilihan tuan rumah.

”Kami telah menghadap Menpora Erick Thohir. Saya melaporkan terkait penyelenggaraan PON XXII 2028 NTT-NTB yang fokus utamanya adalah cabang olahraga Olimpiade,” ujar Marciano Norman.

Menariknya, dalam penyelenggaraan PON Nusa Tenggara XXII 2028, pemerintah mendorong kemandirian daerah. Marciano menegaskan tidak ada pembangunan venue di daerah yang bersumber dari APBN. Sebaliknya, Gubernur di wilayah NTT dan NTB didorong menggunakan APBD untuk menyiapkan seluruh infrastruktur pendukung PON 2028 tersebut.

Namun, mengingat keterbatasan fasilitas tertentu di dua provinsi tersebut, KONI Pusat mengungkapkan bahwa DKI Jakarta akan ikut ambil bagian sebagai penyangga. Cabor yang tidak memiliki venue standar internasional di NTT atau NTB akan dialihkan ke Jakarta demi menjaga kualitas pertandingan PON XXII 2028.

”DKI Jakarta memiliki standar venue internasional yang sudah sangat baik dan tidak butuh perbaikan lagi. Jadi, cabor yang tidak bisa bertanding di NTT-NTB akan dipertandingkan di DKI Jakarta pada PON 2028 mendatang,” jelas Marciano.

Guna memastikan semua cabang olahraga tetap terwadahi, KONI Pusat juga menciptakan terobosan multievent di luar agenda utama PON XXII 2028 NTT-NTB. Terobosan tersebut meliputi PON Beladiri di Sulawesi Utara (2026), PON Pantai di DKI Jakarta (2026), hingga PON Indoor dan PON Remaja pada tahun 2027 mendatang.

Terkait daftar resmi cabor yang akan berlaga di PON 2028, Marciano menyebutkan bahwa proses finalisasi telah selesai. Namun, pengumuman resmi kepada publik akan dilakukan langsung oleh Menpora RI Erick Thohir.

”Daftarnya sudah siap, mengacu pada standar SEA Games dan Asian Games. Tapi saya meminta Menpora yang mengumumkan secara resmi cabor apa saja yang bertanding di PON XXII 2028 NTT-NTB,” pungkasnya.

Melalui persiapan matang ini, diharapkan PON 2028 mampu melahirkan bibit atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di level dunia, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi dan administrasi di wilayah tuan rumah. (puj/r8)

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore