
Atlet kickboxing Viona mengajak para atlet berani speak up dan melaporkan pelecehan seksual di lingkungan olahraga. (Instgram @viona_dinda)
JawaPos.com–Kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat seorang petinggi organisasi olahraga di Jawa Timur terus menuai perhatian publik. Di tengah proses hukum yang berjalan, atlet kickboxing putri Viona menyampaikan pesan menyentuh kepada para atlet agar tidak takut melaporkan tindakan pelecehan.
Kasus ini mencuat setelah atlet kickboxing putri berinisial VAP berusia 24 tahun mengungkap pengalaman pahitnya melalui akun Instagram pribadi pada Selasa (10/3). Curahan hati itu langsung menyita perhatian publik sekaligus membuka tabir masalah yang selama ini diduga jarang terungkap di dunia olahraga.
Dalam unggahannya, VAP mengaku telah lama memendam kejadian tersebut. Dia sempat merasa takut untuk berbicara karena sosok yang diduga melakukan pelecehan seksual memiliki posisi penting di organisasi olahraga, sementara dirinya hanya seorang atlet yang fokus berlatih dan meraih prestasi.
Rasa takut itu membuatnya memilih diam cukup lama. Namun, tekanan batin yang terus dirasakan akhirnya mendorongnya untuk berbicara kepada publik.
”Namun, diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat,” tulis VAP dalam unggahannya. Kalimat singkat itu menggambarkan beban emosional yang selama ini ditanggung seorang diri.
Pengakuan tersebut langsung memicu respons luas dari masyarakat. Banyak pihak memberi dukungan moral agar korban berani memperjuangkan keadilan.
Perkara ini kemudian ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur. Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang beredar di publik.
Polisi akhirnya menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual tersebut. Penetapan ini menjadi titik penting dalam proses hukum yang kini masih berjalan.
WPC diketahui merupakan pelatih sekaligus Ketua Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia Jawa Timur. Posisi tersebut membuatnya memiliki pengaruh besar dalam pembinaan atlet di daerah.
