
Bojan Hodak saat memimpin Persib Bandung di sesi jumpa pers. (Persib)
JawaPos.com — Persib Bandung datang dengan status superior jelang lawatan ke markas Semen Padang FC di pekan ke-26 Super League 2025/2026. Rekor pertahanan kukuh membuat tim asuhan Bojan Hodak layak disebut sebagai raksasa yang sulit dijatuhkan.
Hanya saja, aura tak terkalahkan itu mulai mendapat tantangan serius dari tuan rumah yang mengincar momentum.
Semen Padang FC melihat celah kecil yang bisa dimanfaatkan untuk menjegal dominasi Persib Bandung di Stadion H Agus Salim Padang.
Persib Bandung memang tampil luar biasa sepanjang musim ini dengan hanya kebobolan 14 gol dari 25 pertandingan.
Catatan tersebut mengantarkan mereka ke puncak klasemen dengan 58 poin, unggul empat angka dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua.
Kukuhnya lini belakang Persib Bandung tak lepas dari peran para pemain bertahan yang tampil konsisten. Julio Cesar menyebut soliditas tim terbangun dari kerja sama erat antar pemain di lini belakang.
“Lini belakang sangat tangguh, Pato (Matricardi), Barba bermain sangat baik. Ada Dion (Markx) juga bersama kami, Teja juga luar biasa. Saat saya tampil, saya bisa membantu tim, juga kami memiliki dua bek sayap yang sangat bagus,” tuturnya.
Duet Patricio Matricardi dan Federico Barba menjadi tembok kukuh di jantung pertahanan. Sementara Teja Paku Alam tampil impresif di bawah mistar, memberikan rasa aman bagi seluruh tim.
Tak hanya mengandalkan lini belakang, kekuatan Persib Bandung juga terletak pada kolektivitas tim saat bertahan. Bahkan para penyerang seperti Uilliam Barros dan Ramon Tanque ikut turun membantu pertahanan.
“Saya pikir kita melakukannya dengan sangat baik. Penyerang kami juga, Barros bermain dengan sangat bagus, seperti seorang bek ketika membantu kami, Ramon juga, semuanya, saya pikir kami melakukan pekerjaan yang baik,” paparnya.
