
Bernardo Tavares memimpin latihan intens Persebaya Surabaya jelang laga krusial melawan Persita Tangerang. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan jelang menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2025/2026. Intensitas latihan ditingkatkan drastis, seolah jadi alarm keras bagi skuad Green Force yang tengah dibayangi tren negatif.
Pelatih Bernardo Tavares sengaja menggenjot tempo latihan agar para pemain terbiasa dengan ritme pertandingan sesungguhnya. Langkah ini bukan tanpa alasan, karena timnya punya masalah krusial yang belum terselesaikan.
Dalam lima laga terakhir, Persebaya Surabaya menunjukkan pola yang cukup mengkhawatirkan. Mereka selalu gagal menang setiap kali kebobolan lebih dulu dari lawan.
Data pertandingan membuktikan kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan. Saat menghadapi Borneo Samarinda pada 7 Maret 2026, Persebaya Surabaya harus tumbang telak 5-1 setelah lebih dulu kebobolan.
Hal serupa terjadi ketika bertandang ke markas Persijap Jepara pada 21 Februari 2026. Green Force kembali menyerah 3-1 setelah lawan membuka keunggulan lebih dulu.
Situasi makin terasa pelik saat melawan Bhayangkara Presisi FC pada 14 Februari 2026. Dua gol awal dari lawan membuat Persebaya Surabaya akhirnya kalah 1-2 tanpa mampu membalikkan keadaan.
Baca Juga:Psywar Carlos Pena di GBT! Persita Tangerang Siap Jegal Persebaya Surabaya Demi Ukir Sejarah Baru
Sebaliknya, hasil positif justru diraih ketika Persebaya Surabaya mampu mencetak gol lebih dulu. Saat menjamu PSM Makassar pada 25 Februari 2026, mereka sukses menang tipis 1-0 lewat gol cepat.
Tren serupa juga terlihat saat menghadapi Persib Bandung pada 2 Maret 2026. Green Force sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya harus puas bermain imbang 2-2.
Fakta ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bernardo Tavares. Mental bertanding dan respons setelah tertinggal jadi sorotan utama yang harus segera diperbaiki.
Dalam beberapa sesi latihan terakhir, para pemain dipaksa tampil lebih agresif. Mulai dari transisi bertahan ke menyerang, duel fisik, hingga penyelesaian akhir mendapat porsi latihan lebih intens.
