
Bruno Paraiba di sesi latihan bersama Persebaya Surabaya. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mendapat angin segar jelang duel krusial kontra Persita Tangerang pada 4 April 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo. Sosok yang mulai mencuri perhatian adalah Bruno Paraiba, pemain yang perlahan membuktikan dirinya bukan sekadar pembelian gagal.
Kondisi kebugaran Bruno Paraiba terus menunjukkan tren positif setelah sempat dihantam cedera. Penyerang asal Brasil itu kini semakin percaya diri menyambut kesempatan tampil lebih lama bersama Persebaya Surabaya.
Bruno mengaku tubuhnya jauh lebih siap dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Ia bahkan menegaskan tengah bekerja keras untuk mencapai kondisi fisik terbaiknya.
“Saya merasa lebih sehat. Saya sedang berusaha mencapai kondisi terbaik dan melakukan segalanya untuk kembali sepenuhnya,” ujarnya. Pernyataan itu menjadi sinyal kuat Bruno siap memberikan dampak nyata.
Meski begitu, pemain berusia 32 tahun tersebut tetap realistis dengan proses pemulihan yang belum sepenuhnya selesai. Ia memilih fokus pada peningkatan performa secara bertahap agar bisa tampil konsisten sepanjang laga.
“Saya siap bermain dan membantu semaksimal mungkin. Tujuan saya adalah memberikan yang terbaik,” tegasnya. Komitmen itu sekaligus menepis keraguan yang sempat mengiringi kedatangannya.
Jika melihat data statistik, kontribusi Bruno memang belum terlihat mencolok secara kuantitas. Namun, efektivitasnya justru menjadi poin utama yang sulit diabaikan.
Dalam dua pertandingan bersama Persebaya Surabaya, Bruno mencatat total 43 menit bermain. Dari waktu yang sangat terbatas itu, ia berhasil mencetak satu gol dari tiga percobaan tembakan.
Catatan tersebut membuat rasio golnya terbilang impresif, yakni satu gol setiap 43 menit. Artinya, kontribusi Bruno terbilang instan meski belum mendapatkan menit bermain reguler.
Tidak hanya tajam di depan gawang, Bruno juga menunjukkan kualitas dalam distribusi bola. Ia mencatat akurasi umpan sempurna 100 persen dengan rata-rata 3,5 umpan per pertandingan.
