
Sejumlah pemain inti Persebaya Surabaya menghadapi ketidakpastian masa depan karena kontrak mereka akan habis pada akhir musim Super League 2025-2026. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya dan Arema FC harus menelan kenyataan pahit usai pekan ke-25 Super League 2025/2026. Alih-alih nyaman di papan atas, kedua tim justru terlempar ke papan tengah dan belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Situasi ini membuat persaingan di sisa musim makin panas dan sulit ditebak. Setiap poin kini menjadi sangat krusial, terutama bagi tim-tim yang belum mengunci status aman.
Baru ada tiga klub yang sudah dipastikan aman dari degradasi dari Super League 2025/2026. Kepastian ini muncul setelah kompetisi memasuki pekan ke-25 dengan menyisakan sembilan laga lagi.
Saat ini gelaran Super League 2025/2026 telah menyelesaikan pertandingan pekan 25. Itu Artinya, hanya tersisa sembilan pertandingan lagi menuju akhir musim.
Baca Juga:Hilal Transfer Makin Terang! Striker Rp 4,78 Miliar Ini Bisa Jadi Jawaban Krisis Persebaya Surabaya
Hingga pekan 25, tiga tim penghuni zona degradasi saat ini adalah Madura United, Semen Padang dan PSBS Biak. Ketiganya masih berjuang keras keluar dari posisi berbahaya.
Madura United berada di urutan ke-16 dengan memiliki 20 poin, hasil dari 4 menang, 8 imbang dan 13 kalah. Catatan tersebut membuat mereka belum mampu menjauh dari ancaman turun kasta.
Baca Juga:Bernardo Tavares Ogah Santai! Libur Super League Jadi Ajang Gembleng Skuad Persebaya Surabaya
Kemudian Semen Padang menempati posisi ke-17 dengan mengumpulkan 20 poin, hasil dari 5 menang, 5 imbang dan 15 kalah. Selisih tipis membuat persaingan di papan bawah semakin sengit.
Sedangkan PSBS Biak berada di dasar klasemen dengan mencatatkan 18 poin, hasil dari 4 menang, 6 imbang dan 15 kalah. Posisi ini membuat mereka jadi tim paling tertekan saat ini.
Dengan hanya menyisakan 9 pertandingan, maka Madura United, Semen Padang dan PSBS Biak masih bisa meraih poin maksimal 27 poin. Artinya, peluang untuk keluar dari zona merah masih terbuka lebar.
