
Yakob Sayuri dapat serangan rasisme di laga imbang Malut United lawan Arema FC. (Dok. Malut United)
JawaPos.com - Yakob Sayuri mengecam serangan rasisme yang terjadi di laga imbang Malut United melawan Arema FC di Liga Super pekan ke-26. Laga yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut dimainkan di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/4).
Di sosial media, Yakob Sayuri menegaskan bahwa dia tetap bangga dengan identitasnya sebagai orang Indonesia Timur. Pemain kelahiran Yapen, Papua, tersebut berharap agar serangan rasisme di sepak bola Indonesia tidak terjadi lagi.
"Hitam kulit keriting rambut, Saya tetap bangga jadi orang timur. Semoga tidak ada lagi ke depannya serangan rasisme di sepak bola Indonesia, sekali lagi di sepak bola Indonesia," tulisnya di instastory.
Pemain Timnas Indonesia ini juga menegaskan bahwa serangan rasisme terjadi di Stadion Kanjuruhan bukan di sosial media. Dalam unggahannya, Yakob Sayuri juga menandai akun Instagram PSSI dan APPI.
"Ini bukan lewat media tapi langsung di stadion (Kanjuruhan)," jelas Yakob Sayuri di unggahan instastory.
Pada saat jumpa pers, pelatih Malut United Hendri Susilo mengatakan Yakob telah mendapatkan serangan rasis. Pemain andalannya itu mengaku dikatakan monyet.
Baca Juga:Persebaya vs Malut United: Duel Sayap Termahal Bruno Moreira dan Yakob Sayuri Menjadi Sorotan
"Sayuri bilang sama saya, 'Coach tolong bilang ke... mungkin pihak Arema gitu ya, Coach tolong dong, saya diteriakin rasis, saya diteriakin monyet', seperti itu dia bilang ke saya," kata Hendri Susilo.
Pelatih berusia 60 tahun tersebut menilai Yakob Sayuri sedikit terpancing emosinya. Namun, menurut Hendri Susilo, wasit Naufal Adya sudah bertindak dengan tepat.
"Tapi, saya pikir di awalnya wasit juga sudah antisipasi sebetulnya pada saat itu. Karena dia mungkin sedikit, biasa ya, ada luapan emosi," pungkas Hendri Susilo.
