Mohamed Salah siap tinggalkan Liverpool pada akhir musim.
JawaPos.com – Liga Pro Saudi tetap berada di posisi terdepan untuk merekrut Mohamed Salah setelah bintang Liverpool itu menggemparkan dunia sepak bola dengan konfirmasinya pada Selasa (24/3) bahwa ia akan meninggalkan Anfield di akhir musim.
Seperti yang diungkapkan TEAMtalk pada awal Maret lalu, para pejabat Saudi telah berupaya keras untuk membawa Salah ke Timur Tengah dan kini telah mengkonfirmasi bahwa pembicaraan berada pada tahap lanjutan.
TEAMTalk juga menuliskan bahwa Liverpool dan Salah kini sedang berupaya mencapai kesepakatan yang akan membuatnya pergi dengan status bebas transfer, dengan sang penyerang juga siap untuk melepaskan sisa tahun kontraknya yang substansial.
Hel tersebut merupakan sebuah tanda yang jelas tentang betapa positif dan konstruktifnya pembicaraan antara kedua pihak tanpa adanya konflik selama beberapa bulan terakhir.
Pemain berjuluk Raja Mesir ini telah lama diidentifikasi sebagai figur masa depan Liga Pro Saudi, dengan para pejabat bertekad untuk mengamankan atlet Muslim paling terkemuka di dunia sebagai wajah proyek liga.
Salah untuk saat ini dipandang sebagai penerus alami Cristiano Ronaldo dalam peran sebagai wajah tertinggi di Liga Arab dan rumor terbaru bahwa winger 33 tahun ini telah ditawari paket yang sebanding dengan kesepakatan Ronaldo saat ini.
Hal itu membuat topskor Liga Inggris musim lalu ini menjadi salah satu pesepak bola dengan bayaran tertinggi dalam sejarah olehraga ini, sekaligus mengambil posisi duta besar yang signifikan untuk mempromosikan liga secara global.
Yang terpenting, seperti yang dilaporkan sebelumnya, Liga Pro Saudi siap untuk menghapus gaji Salah dari pembukuan Liverpool. Namun, masih ada batasan pada kesepakatan keseluruhan, yang berarti The Reds akan terbatas dalam seberapa banyak mereka dapat memperoleh biaya transfer.
Terlepas dari momentum yang berkembang di balik kepindahan ke Arab Saudi, minat dari Eropa dan Major League Soccer terhadap Salah tetap ada. Namun tawaran uang menggiurkan dari para pejabat Timur Tengah memang tidak bisa terelakkan lagi
