
Tangkapan layar potongan video viral kedatangan pesawat jet pribadi yang digunakan putra bungsu dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. (Platform X)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan memanggil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Pemeriksaan itu diawali dengan mengirimkan surat kepada putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Bersurat itu dilakukan setelah mengetahui bahwa Kaesang telah berada di Jakarta sejak 28 Agustus 2024.
Pasalnya, Kaesang sempat dikabarkan tak diketahui keberadaannya setelah munculnya isu penggunaan privat jet bersama sang istri Erina Gudono, saat perjalanan ke Amerika Serikat (AS).
"Masih proses (untuk berkirim surat)," kata juru bicara KPK, Tessa Mahardika dikonfirmasi, Rabu (4/9).
Meski demikian, Tessa tidak merinci kapan KPK akan mengirimkan surat kepada Kaesang. "Ditunggu saja," ucap Tessa.
Terpisah, Ketua Sementara KPK Nawawi Pomolango memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus terhadap Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Hal ini menyusul dugaan penerimaan gratifikasi terkait pengunaan privat jet saat Kaesang plesiran bersama sang istri, Erina Gudono ke Amerika Serikat (AS).
"Tidak ada (perlakuan khusus). Semua orang di hadapan KPK sama," ujar Nawawi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).
Nawawi menjelaskan, Kaesang memang bukan penyelenggara negara. Tetapi anggota keluarganya seperti sang Ayah merupakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kakaknya Gibran Rakabuming Raka merupakan Wakil Presiden terpilih. Sementara iparnya, Bobby Nasution merupakan Wali Kota Medan.
"Hanya saja melihat seorang Kaesang sebagai bukan penyelenggaran negara, Kita harus melihat Kaesang kaitannya dengan penyelenggaran negara gitu, ada keluarganya seperti Pak Alex gitu," ungkap Nawawi.
Dia menegaskan dalam melihat sosok Kaesang tidak bisa dilihat secara personal. Ia menekankan, publik sudah mengetahui bahwa Kaesang bagian dari lingkaran istana.
"Kaesang kan nggak bisa dianggap secara personal. Semua publik mengetahui bahwa Kaesang adalah...Apa? Bisa dilanjutin gitu kan? Sudah dipahami," cetus Nawawi.
Oleh karena itu, Nawawi memastikan KPK bisa mengusut dugaan penerimaan gratifikasi terkait penggunaan privat jet yang belakangan ini menuai sorotan publik.
"Jadi kaitannya ke situ gitu. KPK punya kewenangan untuk menguruskan hal-hal yang seperti itu," tegas Nawawi.
Sementara, Kaesang telah pulang ke Indonesia setelah perjalanan dari AS. Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni menyatakan bahwa Kaesang sudah berada di Jakarta sejak Rabu, 28 Agustus 2024. Bahkan, Kaesang sudah sempat ke kantor DPP PSI.
"Mas Kaesang Pangarep sudah berada di Jakarta sejak 28 Agustus 2024, pagi hari. Siangnya setelah shalat dzuhur, Mas Kaesang langsung bergabung di DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat," ungkap Raja Juli kepada wartawan.
Wakil Menteri ATR/BPN itu pun mengungkapkan bahwa Kaesang sudah memimpin rapat koordinasi finalisasi Pilkada di kantor DPP PSI, setibanya di Jakarta.
