1) Tidak benar-benar mendengarkan anak
Sering kali, orang tua sibuk dengan pekerjaan atau ponsel saat anak berbicara. Meskipun fisik hadir, tetapi jika tidak ada perhatian penuh, anak akan merasa diabaikan.
Ketika anak berbicara, berikan kontak mata, dengarkan dengan saksama, dan tunjukkan ketertarikan agar ia merasa dihargai.
2) Mengabaikan perasaan anak
Banyak orang tua meremehkan emosi anak dengan mengatakan, “Ah, itu cuma hal kecil,” atau “Jangan cengeng.” Padahal, bagi anak, perasaannya sangatlah nyata.
Jika terus diabaikan, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan kesulitan mengekspresikan emosinya.
3) Terlalu sering mencoba memperbaiki masalah anak
Saat anak mengalami kesulitan, naluri orang tua adalah langsung memberikan solusi. Namun, jika terlalu sering melakukan ini, anak tidak belajar untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Sebaiknya, dengarkan dulu keluhannya, tanyakan pendapatnya, dan bimbing ia menemukan solusi sendiri.
4) Menuntut kesempurnaan dari anak