
Ribuan kendaraan mengantre pada arus balik Lenbaran di pelabuhan Bakauheni menuju Merak. (Istimewa)
JawaPos.com-Momen mudik dan balik Lebaran selalu identik dengan lonjakan volume kendaraan di berbagai ruas jalan. Kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama di jalur tol dan arteri, sering membuat pengemudi harus menghadapi kemacetan panjang berjam-jam.
Dalam kondisi seperti ini, gaya berkendara eco driving menjadi sangat penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar sekaligus mengurangi kelelahan selama perjalanan.
Eco driving bukan hanya soal irit BBM, tetapi juga tentang bagaimana mengemudi dengan halus, efisien, dan ramah lingkungan. Berikut lima tips eco driving yang bisa diterapkan saat menghadapi kemacetan panjang selama arus balik mudik Lebaran. Apalagi, akhir pekan ini diprediksi menjadi momentum puncak arus balik kedua pada Lebaran 2026. Berikut ini adalah 6 tips eco driving saat terjebak macet panjang seperti pada arus balik Lebaran kali ini:
1. Jaga Kecepatan Stabil dan Hindari Stop-and-Go Agresif
Saat macet, banyak pengemudi cenderung sering menginjak gas lalu rem secara tiba-tiba. Kebiasaan ini justru membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.
Usahakan menjaga kecepatan tetap stabil dengan mengikuti alur kendaraan di depan secara halus. Gunakan teknik “rolling” perlahan tanpa perlu sering berhenti total jika memungkinkan.
2. Manfaatkan Engine Brake dan Kurangi Rem Mendadak
