Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Jasa Raharja resmi menutup kesiapsiagaan layanan Idul Fitri 2026. Kegiatan ini diakhiri dengan menggelar apel di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin.
Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah kerja keras selama periode siaga. Pelayanan dinyatakan berhasil berkat kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan lainnya.
“Siaga Idul Fitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Saya mengapresiasi seluruh insan Jasa Raharja yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Awaluddin, Selasa (31/3).
Awaluddin mengatakan, Jasa Raharja tidak hanya memiliki peran pasca kecelakaan terjadi. Upaya preventif atau pecegahan juga rutin dilakukan perusahaan berupa edukasi keselamatan, pelaksanaan rampcheck, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
Berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan selama periode mudik dan arus balik lebaran 2026 mengalami penurunan 5 persen. Sementara jumlah korban tewas turun signifikan melebihi 30 persen dibanding tahun 2025.
Sejalan dengan itu, Jasa Raharja mencatat telah menyerahkan santunan sebesar Rp 38,06 miliar pada periode 13-29 Maret 2026. Perusahaan pelat merah ini juga menerbitkan 6.588 surat jaminan bagi korban luka-luka di 2.816 rumah sakit mitra di seluruh Indonesia.
“Tidak ada satu pun korban yang boleh menunggu. Itulah komitmen kita, dan itulah yang kita buktikan. Seluruh santunan korban meninggal dunia, termasuk dari kecelakaan menonjol, telah diselesaikan sesuai ketentuan berlaku,” imbuh Awaluddin.
Dia mengingatkan pentingnya transformasi layanan berbasis digital yang semakin terintegrasi, guna mempercepat proses penjaminan dan penanganan korban kecelakaan. Melalui sistem yang terhubung dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian dan rumah sakit, Jasa Raharja mampu memastikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan bagi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan komitmen zero pending claim, di mana seluruh santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu, keberhasilan Program Mudik Gratis BUMN 2026 turut menjadi bagian dari capaian penting, dengan realisasi mencapai 116.688 pemudik, melampaui target yang telah ditetapkan.
Dalam aspek pelayanan di lapangan, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) yang didukung mobile unit keselamatan serta tim respons cepat di berbagai titik strategis jalur mudik.