
Harga BBM di Vietnam mengalami beberapakali kenaikan akibat dampak perang. (Istimewa)
JawaPos.com - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Vietnam semakin terasa sejak awal Maret 2026, memberikan dampak yang luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Kenaikan yang signifikan ini terutama disebabkan oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang mengganggu kelancaran distribusi energi global dan menciptakan tekanan besar dalam pasar minyak dunia.
Menurut laporan media lokal Tuoi Tre (25/3), Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam telah melakukan penyesuaian harga BBM secara berkala sejak 5 Maret 2026.
Penyesuaian tersebut terjadi sebanyak lima kali hanya dalam rentang waktu seminggu, menunjukkan tingginya volatilitas harga minyak yang dipengaruhi oleh konflik internasional.
Kondisi ini memaksa pemerintah untuk terus memonitor pasar global guna menetapkan kebijakan harga yang sesuai. Di awal bulan Maret, harga bensin RON95 berada pada level sekitar 22.340 dong per liter atau setara dengan Rp14 ribuan. Namun, hanya dalam beberapa hari, harga tersebut melonjak tajam hingga mencapai 29.120 dong per liter pada puncaknya.
Walaupun sempat mengalami penurunan ke kisaran 25.575 dong per liter pada tanggal 12 Maret, tren keseluruhan tetap menunjukkan adanya kenaikan signifikan dibandingkan keadaan di awal bulan.
Jenis RON92 mengalami hal yang sama, di mana harga awal yang tercatat sebesar 21.449 dong per liter mengalami beberapa kali penyesuaian dan naik menjadi sekitar 22.504 dong per liter.
Pergerakan harga yang tidak stabil ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena turut membebani biaya hidup sehari-hari. Kenaikan harga BBM mencapai titik yang lebih drastis pada tanggal 20 Maret 2026.
Berdasarkan informasi dari The Straits Times, pemerintah Vietnam mengumumkan peningkatan mendadak pada malam sebelumnya, yang memicu peningkatan harga lebih dari 20 persen untuk BBM dalam satu hari saja.
Lonjakan ini menambah beban ekonomi bagi konsumen serta pelaku bisnis yang bergantung pada bahan bakar sebagai faktor produksi. Saat ini, harga bensin RON95 telah mencapai sekitar 30.690 dong per liter, atau setara dengan Rp19.800.
