Ilustrasi keunggulan ban tubeless (Freepik)
JawaPos.com - Memilih ban mobil tidak bisa dilakukan sembarangan. Jenis ban yang kamu gunakan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keselamatan, hingga efisiensi berkendara sehari-hari. Dua tipe ban yang paling umum digunakan adalah ban tubeless dan ban biasa (menggunakan ban dalam), yang masing-masing punya karakteristik berbeda.
Banyak pengendara masih bingung membedakan keduanya, padahal perbedaan ini bisa menjadi faktor penentu sesuai atau tidaknya ban dengan kebutuhan kamu. Apalagi, kondisi jalan dan gaya berkendara setiap orang juga tidak sama.
Agar kamu tidak salah pilih, berikut ulasan 3 perbedaan utama ban tubeless dan ban biasa yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan mengganti ban mobil seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Struktur dan Desain Ban
Ban tubeless dirancang dengan struktur yang lebih modern dan presisi. Ban ini tidak menggunakan ban dalam, melainkan mengandalkan kerapatan antara bibir ban dan velg untuk menahan udara. Bagian dalam ban tubeless dilapisi material khusus yang bersifat kedap udara sehingga mampu menjaga tekanan angin tetap stabil dalam waktu lama. Karena itu, velg yang digunakan harus benar-benar dalam kondisi baik, tidak penyok, dan bebas karat agar fungsi kedap udara bekerja maksimal.
Berbeda dengan ban tubeless, ban biasa memiliki desain yang lebih sederhana karena masih menggunakan ban dalam sebagai penahan udara. Udara sepenuhnya tersimpan di ban dalam, sehingga peran velg tidak terlalu krusial dalam menjaga tekanan angin. Hal ini membuat ban biasa lebih fleksibel digunakan pada berbagai kondisi velg, termasuk velg yang sudah tidak terlalu sempurna.
2. Ketahanan terhadap Kebocoran
Salah satu alasan banyak pengendara beralih ke ban tubeless adalah ketahanannya terhadap kebocoran. Saat ban tubeless tertusuk benda kecil seperti paku atau serpihan logam, udara tidak langsung keluar dengan cepat. Tekanan angin akan berkurang secara perlahan, memberi kamu waktu untuk menyadari masalah dan mencari tempat aman sebelum ban benar-benar kempis. Kondisi ini tentu lebih aman, terutama saat berkendara di kecepatan tinggi.
Sebaliknya, ban biasa cenderung lebih rentan saat terjadi kebocoran. Jika ban dalam tertusuk atau sobek, udara bisa keluar secara tiba-tiba dan drastis. Akibatnya, ban bisa langsung kempis dan membuat kendaraan sulit dikendalikan. Risiko ini lebih tinggi jika kebocoran terjadi saat kamu sedang melaju di jalan raya atau tikungan.
3. Kenyamanan dan Stabilitas Berkendara
Dari sisi kenyamanan, ban tubeless umumnya menawarkan pengalaman berkendara yang lebih stabil. Tekanan angin yang lebih konsisten membuat respons kemudi terasa lebih presisi dan getaran dari permukaan jalan dapat diredam dengan lebih baik. Hal ini membuat perjalanan terasa lebih halus, baik di jalan perkotaan maupun jarak jauh.
Sementara itu, ban biasa sebenarnya masih mampu memberikan kenyamanan yang cukup, asalkan tekanan angin selalu dijaga dengan baik. Namun, karena lebih rentan mengalami penurunan tekanan, kenyamanan dan stabilitas bisa menurun jika kamu kurang rutin memeriksa kondisi ban. Getaran dan handling yang kurang optimal bisa lebih terasa saat tekanan angin tidak sesuai standar.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
