Suzuki Baleno Hatchback. (Istimewa)
JawaPos.com - Gelombang elektrifikasi kian terasa di industri otomotif Indonesia. Seiring perubahan arah pasar dan kebijakan global, sejumlah mobil bermesin konvensional yang sebelumnya meramaikan jalanan Tanah Air kini tak lagi dijual.
Model-model tersebut perlahan tersingkir, tergilas perubahan zaman yang menuntut efisiensi energi dan emisi lebih rendah.
Keputusan penghentian penjualan bukan semata karena penurunan minat pasar. Pabrikan otomotif juga tengah melakukan penataan ulang portofolio produk, dengan mengalihkan fokus dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik murni maupun hybrid.
Di sisi konsumen, preferensi pembeli turut berubah. Mobil kini tidak hanya dinilai dari performa dan desain, tetapi juga dari efisiensi, teknologi, serta dampaknya terhadap lingkungan. Kondisi tersebut membuat sejumlah model lama dinilai tak lagi kompetitif, meski pernah mencatatkan penjualan tinggi di masanya.
Hilangnya mobil-mobil ini menandai transisi besar dalam lanskap otomotif nasional. Era mesin konvensional perlahan memasuki babak akhir, sementara pasar Indonesia bersiap menyambut fase baru yang didominasi kendaraan elektrifikasi sebagai tulang punggung mobilitas masa depan.
Berikut daftar mobil yang harus rela mengucapkan selamat tinggal di pasar otomotif nasional!
1. Toyota Veloz Non Hybrid
Memasuki 2025, Toyota resmi menyetop produksi Veloz bermesin konvensional. Hal ini dilakukan seiring pergeseran strategi menuju teknologi ramah lingkungan.
Langkah tersebut dilakukan tak lama setelah perusahaan memperkenalkan Veloz Hybrid di pameran otomotif GJAW 2025. Model elektrifikasi ini disiapkan sebagai tulang punggung baru Veloz, sekaligus penanda arah baru Toyota di segmen Low MPV.
Melalui kebijakan ini, Toyota memperjelas pemetaan produknya di pasar. Veloz kini hanya hadir sebagai kendaraan berteknologi hibrida, sedangkan pembeli yang masih menginginkan mesin bensin murni di kelas yang sama diarahkan untuk memilih Toyota Avanza sebagai alternatif.
2. Honda HR-V 1.5 Turbo RS
Sama halnya dengan Toyota Veloz Non Hybrid, model paling bertenaga dalam jajaran Honda HR-V, yaitu 1.5 Turbo RS, resmi tidak lagi dipasarkan. Honda memilih menghentikan penggunaan mesin turbo bensin murni dan sepenuhnya beralih ke HR-V RS e:HEV yang mengusung teknologi hibrida sebagai penggantinya.
Perubahan arah tersebut berdampak besar pada aspek teknis kendaraan. Mesin turbo sebelumnya yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 177 PS dengan torsi 240 Nm kini tak lagi tersedia.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
