
Praka Farizal Rhomadhon. (Istimewa)
JawaPos.com - Dunia militer Indonesia berduka. Praka Farizal Rhomadhon, prajurit pilihan dari Yonif 113/Jaya Sakti, gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Ia menjadi korban serangan artileri dalam tugasnya bersama Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Kabar duka ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, sang adik, Moh. Fitra Abdul Aziz, membagikan pesan perpisahan yang menyayat hati.
"Inilah yg ditakutkan keluarga, cuma bisa berharap berita ini cuma mimpi ya Allah, Al-fatihah," tulis sang adik dalam story Instagram-nya.
Kehilangan sosok kakak yang menjadi kebanggaan keluarga tentu bukan hal mudah. Fitra mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi sang kakak yang setia pada negara hingga napas terakhir.
"Tunai sudah janji baktimu mas, Saptamarga dan Sumpah Prajurit telah kau penuhi hingga napas terakhir, kau gugur sebagai patriot sejati. Selamat jalan, Pahlawan Bangsa," ungkap Fitra dalam unggahan lainnya.
Praka Farizal sendiri bukanlah prajurit sembarangan. Pemuda kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 ini dikenal sebagai prajurit berprestasi.
Ia tercatat telah meraih dua bintang jasa, yakni Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.
Insiden maut tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon.
Pos jaga Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di dekat Adchit Al Qusayr terkena serangan artileri di tengah meningkatnya tensi konflik di wilayah tersebut.
Baca Juga:Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I DPR Minta Pemerintah Evaluasi hingga Kemungkinan Penarikan
Pihak Kementerian Pertahanan RI melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, telah mengonfirmasi jatuhnya korban dalam insiden ini.
