Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono menutup one way lokal di Tol Trans Jawa. (Polri)
JawaPos.com - Polri telah mengakhiri one way lokal di tol Trans Jawa. Penutupan rekayasa lalu lintas ini dilakukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono.
Berakhirnya one way lokal ini menandai arus lalu lintas di tol Trans Jawa kembali normal. Rekayasa lalu lintas dihentikan karena volume kendaraan arus balik sudah mengalami penurunan.
“Pemberlakuan one-way sepenggal presisi atau one-way lokal sepenggal presisi pada pukul 24.00 kami nyatakan selesai atau kami nyatakan ditutup,” ujar Dudy di Jasa Marga Tollroad Command Center, Senin (30/3).
Dudy pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan perjalanan dan tetap mengikut arahan dari petugas di lapangan. Hal ini dikarenakan arus lalu lintas di Tol Trans Jawa sudah kembali normal dua arah.
“Ini sudah berlaku secara normal. Jadi masyarakat yang masih melakukan perjalanan diimbau untuk tetap berhati-hati di jalan,” imbuhnya.
Sementara, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung dengan lancar. Meski terjadi peningkatan, arus kendaraan bisa dikendalikan.
“Arus mudik berlangsung dengan baik meskipun terjadi peningkatan yang cukup tinggi, namun arus mudik tetap bisa kita kelola dengan baik dan tentunya arus balik,” ucap Agus.
Dia menuturkan, sebelum rekayasa lalu lintas one way lokal presisi ditutup, Polri telah melakukan proses sosialisasi dan sterilisasi jalur. Rekayasa lalu lintas yang dilakukan yakni penerapan contraflow di ruas KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek, serta pemberlakuan one way lokal tahap pertama dan tahap kedua dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama).
Di sisi lain, Polri mencatat angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada arus balik Lebaran mengalami penurunan signifikan hingga 30 persen.
“Arus mudik dan arus balik dan rangkaian kegiatan Hari Raya Idulfitri cukup terkendali, dari aspek Harkamtibmas tidak ada peristiwa yang menonjol. Dari sisi Kamseltibcarlantas, alhamdulillah jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun 30 persen,” ungkap Agus.
Selama periode mudik dan arus balik juga tercatat angka kecelakaan mengalami penurunan 7 persen dibanding tahun sebelumnya. “Tentunya ini bagian daripada hasil kolaborasi dan kerja kita sama-sama agar supaya sesuai dengan tagline Bapak Kapolri, Operasi Ketupat itu adalah 'Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia',” tandasnya.