Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 06.29 WIB

Diprediksi Ada Arus Balik Gelombang Kedua, Jasa Marga Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono bersama Menhub Dudy Purwagandhi, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. (Istimewa)

 

 
JawaPos.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk masih bersiaga mengantisipasi terjadinya arus balik lebaran 2026. Arus kendaraan ke arah Jabodetabek terpantau mengalami persebaran hinggal 27 Maret 2026.
 
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, arus balik tertinggi tercatat terjadi pada 24 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan. Lalu lintas kemudian mengalami penurunan pada 25 Maret hanya 206.243 kendaraan dan 26 Maret sebanyak 192.122 kendaraan.
 
Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak).
 
Rivan mengatakan, secara keseluruhan kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta dan sekitarnya sebanyak 2,36 juta atau sekitar 69,45 persen dari total proyeksi arus balik sebanyak 3,39 juta kendaraan. Artinya masih ada cukup banyak kendaraan yang diprediksi akan kembali ke ibu kota.
 
“Potensi peningkatan arus balik masih diperkirakan terjadi pada periode akhir pekan hingga 28-29 Maret 2026. Tingginya volume kendaraan di akhir pekan ini juga akan berdampak pada peningkatan aktivitas pengguna jalan tol di rest area. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan yang terdampak kepadatan di sejumlah titik jalan tol,” ujar Rivan, Jumat (27/3).
 
 
Rivan menyebutkan, sejumlah rest area di Jalan Tol Trans Jawa arah Jakarta berpotensi mengalami kepadatan, khususnya di KM 229B dan KM 208B Ruas Palikanci serta KM 164B Ruas Cipali. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk mengatur pola perjalanan dengan memanfaatkan rest area alternatif, baik sebelum titik-titik tersebut seperti di KM 360B dan KM 380B Ruas Batang–Semarang, maupun setelahnya di KM 130B Ruas Cipali.
 
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di rest area, pemudik juga bisa memilih keluar dari jalan tol terlebih dahulu. Pengendara bisa mencari area istirahat sebelum melanjutkan kembali perjalanan melalui jalan tol.
 
"Sebagai langkah antisipasi, sesuai diskresi Kepolisian, akan diberlakukan skema buka-tutup rest area KM 62B serta penutupan sementara rest area KM 52B Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek secara situasional. Kami juga mengingatkan kembali kepada para pemudik dari arah Bandung menuju Jakarta dapat menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) yang telah dibuka secara fungsional," imbuhnya.
 
Untuk mendukung perencanaan perjalanan yang matang, Rivan menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol. “Melalui Travoy, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time, mengetahui lokasi rest area beserta fasilitas dan kapasitasnya. Selain itu, informasi ketersediaan SPBU maupun SPKLU juga dapat diakses," tandasnya.
 
Jasa Marga juga mengimbau masyarakat agar mentaati rambu-rambu lalu lintas. Terutama bila terjadi rakayasa lalu lintas berupa one way atau contraflow. Sebelum melakukan perjalanan, pemudik juga diingatkan mengecek kelayakan kendaraan, dan saldo uang elektronik mencukupi untuk menbayar tol.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore