Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 19.16 WIB

Polda Metro Jaya dan Puspom TNI Bakal Kolaborasi Ungkap Fakta Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (tengah). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com) - Image

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (tengah). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI bakal berkolaborasi dalam pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Langkah itu perlu dilakukan karena polisi sudah lebih awal menangani kasus tersebut. Sementara Puspom TNI bergerak melalui penyelidikan internal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa pihaknya mengusut tuntas kasus tersebut sebagaimana telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Komitmen itu ditunjukkan dengan cara terus mendalami berbagai temuan selama proses hukum berjalan.

”Jadi, kami sama-sama punya komitmen, baik itu TNI, Polri, sebagaimana dengan arahan bapak presiden untuk melakukan pengungkapan kasus ini dengan terang benderang, yang berdasarkan fakta hukum diperoleh dari proses penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh masing-masing,” ungkap Asep dikutip pada Kamis (19/3).

Karena itu, Polda Metro Jaya akan berkolaborasi dengan TNI berkaitan dengan fakta maupun temuan dalam penyelidikan dan penyidikan yang berjalan. Asep yakin, semua pihak yang bekerja untuk menuntaskan kasus tersebut memiliki komitmen untuk mengungkap peristiwa penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus secara terang benderang.

”Tentunya kami dari Polda Metro Jaya maupun nanti bersama-sama dengan TNI juga akan mengkolaborasikan temuan dari fakta penyelidikan maupun penyidikan, karena kami yakini bahwa kita sama-sama punya komitmen untuk melakukan pengungkapan kasus ini seterang terangnya,” ucap dia.

Terpisah, Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri berkaitan dengan langkah-langkah yang diambil dalam kasus tersebut. Khususnya berkenaan dengan barang bukti yang memang sudah diamankan dan diproses oleh Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus).

”Terkait dengan barang bukti ya yang sementara sudah diamankan oleh kepolisian nanti kami akan koordinasi terkait bentuk barang bukti,” kata Yusri.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa Mabes TNI menyelesaikan penyelidikan internal atas dugaan keterlibatan prajurit dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Hasilnya, empat orang terduga pelaku teridentifikasi sebagai personel Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Yusri menyampaikan bahwa empat orang terduga pelaku diserahkan oleh Denma BAIS TNI kepada Puspom TNI pada Rabu (18/3). Masing-masing pelaku berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka adalah prajurit TNI AL dan TNI AU berpangkat perwira pertama dan bintara.

”Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka (terduga pelaku) itu sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” terang dia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore