
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah menelusuri dugaan keracunan makanan yang dialami tujuh penerima manfaat program MBG. (ANTARA)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah menelusuri dugaan keracunan makanan yang dialami tujuh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Sabtu, mengatakan tujuh orang yang mengalami gejala gangguan kesehatan tersebut terdiri dari tiga guru dan empat siswa dari tiga sekolah yakni TK Gracia, SMP Negeri 7, dan SD Inpres Waharia.
“Ketujuh orang tersebut mengalami gejala yang sama yaitu diare, muntah dan pusing sehingga ada dugaan keracunan akibat bakteri,” ujarnya, Sabtu (14/3).
Ia menjelaskan, ketiga sekolah tersebut merupakan bagian penerima layanan MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lani. SPPG Lani sendiri saat ini melayani 17 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 1.892 orang yang terdiri dari siswa dan guru.
“Dari total 1.892 penerima manfaat tersebut, hanya tujuh orang yang dilaporkan mengalami gejala diare, muntah, dan pusing,” katanya.
Ia menjelaskan, ketujuh orang tersebut mengalami gejala yang sama pada Rabu (11/3), namun laporan baru disampaikan kepada BGN pada Jumat (13/3), sehingga pihaknya segera berkoordinasi dengan dokter untuk menangani pasien.
Berdasarkan pemeriksaan awal, dokter menemukan adanya bakteri yang diduga mengganggu sistem imun tubuh pasien. Namun demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih belum dapat dipastikan.
“Dokter belum bisa memastikan apakah gejala tersebut disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lain,” ujarnya.
Ia menambahkan untuk memastikan penyebabnya diperlukan uji laboratorium terhadap sampel muntahan pasien. Namun pemeriksaan tersebut tidak dapat dilakukan di Nabire dan harus dikirim ke laboratorium di Jayapura.
