Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 19.11 WIB

Dialog Panjang dengan Wakil Perdana Menteri Australia, Menhan Sjafrie Singgung Pembangunan Fasilitas Latihan Internasional di Morotai

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyabut kedatangan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles di Kantor Kemhan pada Kamis (12/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyabut kedatangan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles di Kantor Kemhan pada Kamis (12/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Donald Marles pada Kamis (12/3). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu, mereka membahas sejumlah kerja sama antara Indonesia dengan Australia. Termasuk rencana pembangunan fasilitas latihan internasional di Morotai.

Sjafrie menyampaikan bahwa dialog dengan Richard Marles berlangsung cukup lama. Sebab, bukan hanya menjabat sebagai wakil perdana menteri, dia juga bertugas sebagai menhan Australia. Dalam pertemuan itu, dia mengaku ada dialog empat mata. Dialog itu kemudian disambung dengan pertemuan bilateral Indonesia-Australia.

”Saya cerita tentang bagaimana saya sebagai menteri pertahanan mengelola kebijakan nasional untuk pertahanan di dalam negeri, khususnya untuk stabilitas nasional. Kemudian habis itu saya juga cerita mengenai bagaimana kita update mengenai perkembangan global yang juga mempunyai pengaruh kepada Indonesia,” kata Sjafrie kepada awak media.

Dalam bidang pertahanan, Indonesia bersama Australia punya kerja sama bilateral yang juga dikembangkan dengan mengajak Papua Nugini serta Jepang. Kerja sama menyangkut beberapa negara itu, turut dibahas bersama Sjafrie, Richard Marles, dan jajaran Kemhan Indonesia maupun Kemhan Australia. Kerja sama itu akan terus dikembangkan.

”Kami berbicara mengenai kemungkinan training facility dikembangkan di Morotai. Saya kira teman-teman sudah tahu bahwa Morotai itu dulu digunakan di dalam Perang Dunia Kedua, sehingga dia punya infrastruktur pertahanan masih ada, dan kita akan sama-sama memperbaiki, dan kita sama-sama gunakan,” jelasnya.

Menurut Sjafrie, pembangunan fasilitas latihan internasional di Morotai itu merupakan inisiatif dari Indonesia. Sebagai negara besar di Asia, dia menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki infrastruktur yang juga besar. Sebab, Indonesia dikelilingi oleh negara-negara tetangga. Untuk itu, Indonesia tidak boleh menutup diri dari negara tetangga.

”Kita ingin negara kita itu open minded dengan negara-negara lain. Tadi, saya bicarakan bagaimana kita membuat International Training Facilities di Morotai. Di sana bisa latihan udara, bisa latihan laut, bisa latihan darat,” imbuhnya.

Sebelum dengan Australia, Sjafrie menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat masih bertugas sebagai menhan sempat menawarkan kepada Singapura. Namun, Singapura meminta lokasi yang lebih dekat. Sebab, antara Morotai dengan Singapura dinilai terlampau jauh. Sehingga kedua negara sepakat membangun tempat latihan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Meski demikian, fasilitas latihan internasional itu bisa juga digunakan latihan bersama oleh Indonesia dengan negara lain. Bukan hanya Australia dan Singapura, negara-negara tetangga seperti Filipina juga bisa berlatih bersama di sana. Termasuk negara sahabat seperti Jepang. Sjafrie memastikan Indonesia membuka diri untuk menjalin kerja sama.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore