Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Maret 2026, 15.57 WIB

Australia Berlakukan Larangan Masuk bagi Warga Iran di Tengah Ketegangan Konflik Timur Tengah

Bendera Australia dan Iran (Free Iran SN) - Image

Bendera Australia dan Iran (Free Iran SN)

JawaPos.com – Pemerintah Australia resmi melarang sementara kunjungan dari Iran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Sabtu (28/3), Kebijakan tersebut diumumkan oleh Departemen Dalam Negeri sebagai langkah strategis.

Larangan ini disebut diambil demi kepentingan nasional Australia dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.

Departemen Dalam Negeri menyatakan bahwa pembatasan ini akan berlaku selama enam bulan ke depan. Keputusan tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.

Pemerintah menilai situasi tersebut dapat memengaruhi mobilitas warga Iran yang memegang visa kunjungan sementara.

Pemerintah Australia mengkhawatirkan kemungkinan pemegang paspor Iran tidak dapat kembali ke negara asalnya setelah visa berakhir. Risiko ini dinilai dapat mengganggu sistem imigrasi yang telah diatur secara ketat.

Oleh karena itu, langkah pembatasan dianggap sebagai upaya pencegahan terhadap potensi masalah keimigrasian.

Larangan ini berlaku bagi warga negara Iran yang berada di luar Australia, termasuk mereka yang telah memiliki visa kunjungan.

Namun, sejumlah pengecualian tetap diberlakukan oleh pemerintah. Pengecualian tersebut mencakup individu yang telah berada di Australia, pemegang visa permanen, serta anggota keluarga warga negara Australia.

Menteri Dalam Negeri Tony Burke menegaskan bahwa kebijakan imigrasi harus ditentukan secara terencana oleh pemerintah. Ia menyatakan bahwa keputusan terkait izin tinggal tidak boleh bergantung pada keadaan tak terduga seperti konflik global.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore