Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 April 2026, 05.13 WIB

7 Kebiasaan Ini Bisa Membantu Anda Hidup Lebih Sehat dan Panjang Umur, Apa Saja?

Ilustrasi meditasi sebagai kebiasaan sehat. ( Freepik/ jcomp )

JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa rahasia hidup sehat dan umur panjang hanya bergantung pada pola makan dan rutinitas olahraga. Padahal, studi dalam psikologi modern menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan mental dan hubungan sosial juga memiliki peran yang sangat besar.

Sejumlah penelitian bahkan mengungkap bahwa pola pikir positif serta hubungan sosial yang baik bisa memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan sekadar menjaga asupan makanan.

Kebiasaan seperti menjalin hubungan yang harmonis, berpikir optimis, dan membiasakan diri untuk bersyukur terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup. Orang yang menerapkannya cenderung lebih tahan terhadap stres, memiliki sistem imun yang lebih kuat, serta merasakan kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Lalu, selain menjaga pola makan, kebiasaan apa saja yang bisa membantu seseorang hidup lebih sehat, panjang umur, dan bahagia?

Dirangkum dari Geediting.com, berikut tujuh kebiasaan harian yang direkomendasikan oleh para ahli psikologi untuk meningkatkan kesehatan, memperpanjang usia, dan menciptakan kehidupan yang lebih bahagia.

1. Tetap Aktif, Meski Hanya dengan Gerakan Kecil

Banyak orang berpikir bahwa untuk tetap sehat, mereka harus melakukan olahraga berat seperti berlari maraton atau mengangkat beban di gym selama berjam-jam.

Padahal, penelitian menunjukkan bahwa gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten sepanjang hari juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Ketika Anda duduk terlalu lama, tubuh menjadi kurang aktif, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penurunan sirkulasi darah, peningkatan risiko penyakit jantung, serta gangguan metabolisme.

Oleh karena itu, penting untuk menyisipkan aktivitas fisik ringan dalam keseharian Anda.

Misalnya, berjalan kaki sebentar di sekitar rumah atau kantor, melakukan peregangan setiap jam, atau sekadar berdiri sejenak setelah duduk dalam waktu yang lama.

Selain itu, aktivitas ringan seperti berkebun, membersihkan rumah, atau bahkan menari sambil mendengarkan musik favorit juga bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk tetap bergerak.

Kuncinya adalah menemukan aktivitas yang membuat Anda nyaman dan bisa dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, Anda tetap aktif tanpa merasa terbebani.

2. Isi Pikiran dengan Hal-Hal Positif

Pikiran memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi kesehatan fisik dan mental kita.

Ketika kita membiarkan pikiran negatif menguasai, tubuh cenderung merespons dengan stres yang berlebihan, yang pada akhirnya bisa berdampak buruk pada sistem imun dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Salah satu cara sederhana untuk melatih pikiran agar lebih positif adalah dengan melakukan afirmasi setiap hari.

Mulailah hari Anda dengan mengucapkan kata-kata yang membangun, seperti "Hari ini akan menjadi hari yang baik" atau "Aku mampu menghadapi tantangan dengan percaya diri."

Selain itu, membiasakan diri untuk bersyukur juga bisa membawa perubahan besar.

Cobalah untuk mencatat tiga hal yang Anda syukuri setiap hari, sekecil apa pun itu.

Kebiasaan ini akan membantu Anda melihat sisi baik dalam hidup dan mengurangi fokus pada hal-hal yang negatif.

Menghindari lingkungan yang dipenuhi energi negatif juga menjadi faktor penting dalam menjaga pikiran tetap positif.

Jauhi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, dan pilihlah bacaan atau tontonan yang menginspirasi serta memberikan motivasi.

Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mempertahankan suasana hati yang baik dan mengurangi tekanan yang tidak perlu.

3. Dekat dengan Orang-Orang yang Membuat Anda Bahagia

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk merasa bahagia dan sejahtera.

Hubungan yang positif dengan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental dan fisik kita.

Studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang sehat cenderung lebih bahagia, memiliki tingkat stres yang lebih rendah, dan bahkan memiliki harapan hidup yang lebih panjang.

Ini karena interaksi sosial yang baik dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin, yang dikenal sebagai "hormon kebahagiaan."

Sebaliknya, berada dalam lingkungan yang penuh dengan energi negatif atau hubungan yang toksik justru bisa berdampak buruk bagi kesejahteraan kita.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk memilih dengan siapa Anda menghabiskan waktu.

Luangkan lebih banyak waktu dengan mereka yang memberikan dukungan, memahami, dan menghargai Anda.

Jika merasa sulit untuk menemukan lingkungan yang positif, cobalah bergabung dengan komunitas yang memiliki minat yang sama dengan Anda, seperti kelompok membaca, komunitas olahraga, atau kegiatan sosial lainnya.

Dengan begitu, Anda tidak hanya memperluas lingkaran sosial, tetapi juga menemukan orang-orang yang dapat memberikan inspirasi dan semangat positif.

4. Latih Pikiran untuk Fokus pada Saat Ini

Sering kali, kita terjebak dalam penyesalan masa lalu atau terlalu cemas dengan masa depan, sehingga lupa menikmati momen saat ini.

Padahal, hidup di saat ini adalah kunci utama untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan.

Latihan mindfulness atau kesadaran penuh adalah salah satu cara efektif untuk melatih pikiran agar tetap fokus pada saat ini.

Mindfulness dapat dilakukan melalui meditasi, latihan pernapasan, atau sekadar memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita, seperti merasakan angin yang bertiup atau mendengar suara burung di pagi hari.

Selain itu, belajar menerima keadaan tanpa terlalu banyak mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi juga dapat membantu mengurangi stres.

Ketika kita bisa benar-benar hadir dalam setiap momen, kita akan lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasa lebih damai dalam menjalani hidup.

5. Jangan Remehkan Pentingnya Tidur yang Cukup

Tidur bukan hanya sekadar waktu istirahat, tetapi juga saat tubuh melakukan pemulihan dan regenerasi.

Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kognitif, penurunan konsentrasi, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, ciptakan rutinitas tidur yang teratur dengan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.

Hindari penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur, karena cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu mengatur siklus tidur.

Selain itu, buatlah lingkungan tidur yang nyaman dengan suhu ruangan yang sejuk, pencahayaan yang redup, dan tempat tidur yang bersih.

Jika Anda mengalami kesulitan tidur, cobalah teknik relaksasi seperti membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan peregangan ringan sebelum tidur.

6. Terus Belajar untuk Menjaga Pikiran Tetap Tajam

Otak, seperti otot di tubuh kita, perlu terus dilatih agar tetap aktif dan tajam.

Mempelajari hal-hal baru tidak hanya membuat kita lebih berpengetahuan, tetapi juga membantu mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Banyak cara untuk melatih otak, seperti membaca buku, menyelesaikan teka-teki silang, belajar bahasa asing, atau mencoba hobi baru.

Selain itu, kegiatan yang melibatkan interaksi sosial, seperti berdiskusi atau mengikuti kelas online, juga dapat memberikan stimulasi mental yang baik.

Menurut penelitian, konsep "neuroplasticity" atau kemampuan otak untuk terus berkembang dan beradaptasi membuktikan bahwa kita bisa terus belajar sepanjang hidup.

Oleh karena itu, jangan pernah berhenti menantang diri dengan hal-hal baru yang dapat merangsang kreativitas dan pemikiran kritis.

7. Luangkan Waktu untuk Bersantai dan Menikmati Hidup

Dalam kesibukan sehari-hari, sering kali kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati hidup.

Padahal, mengambil waktu untuk bersantai adalah bagian penting dari kesejahteraan mental dan emosional.

Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang Anda sukai, seperti menikmati secangkir kopi di pagi hari, berjalan-jalan di alam, mendengarkan musik favorit, atau sekadar duduk diam dan merasakan ketenangan.

Jangan merasa bersalah untuk mengambil jeda dari pekerjaan atau rutinitas yang melelahkan.

Ketika Anda memberikan diri Anda waktu untuk bersantai, Anda akan merasa lebih segar, lebih produktif, dan lebih bahagia dalam menjalani hidup.

Ingatlah bahwa keseimbangan antara kesibukan dan waktu untuk diri sendiri adalah kunci untuk hidup yang lebih sehat dan bermakna.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore