Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 22.42 WIB

8 Ungkapan Sehari-hari yang Sering Diucapkan Orang dengan Rasa Tidak Aman Tanpa Mereka Sadari

seseorang yang merasa tidak aman (Freepik/DC Studio) - Image

seseorang yang merasa tidak aman (Freepik/DC Studio)



JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang berbicara tanpa benar-benar menyadari apa yang tersembunyi di balik kata-kata mereka. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cermin dari kondisi batin. Tanpa disadari, rasa tidak aman (insecurity) sering “bocor” melalui ungkapan-ungkapan sederhana yang terdengar biasa saja.

Menariknya, orang yang mengucapkan kalimat-kalimat ini sering tidak menyadari bahwa mereka sedang membuka sisi terdalam dari diri mereka sendiri.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan ungkapan yang sering digunakan oleh orang dengan rasa tidak aman tersembunyi.

1. “Aku cuma bercanda kok”

Kalimat ini sering muncul setelah seseorang mengatakan sesuatu yang sebenarnya cukup tajam atau sensitif. Ketika respons yang diterima tidak sesuai harapan, mereka segera menarik diri dengan dalih “bercanda.”

Di baliknya, ada ketakutan akan penolakan. Mereka ingin jujur, tetapi tidak cukup percaya diri untuk berdiri di balik kata-kata mereka sendiri.

2. “Terserah kamu aja”

Sekilas terdengar santai dan fleksibel, namun sering kali ini adalah bentuk penghindaran. Orang yang merasa tidak aman cenderung takut membuat keputusan karena khawatir salah atau tidak disukai.

Dengan mengatakan “terserah,” mereka sebenarnya sedang melindungi diri dari kemungkinan disalahkan.

3. “Aku sih nggak sebaik itu”

Ungkapan ini tampak seperti kerendahan hati, tetapi sering kali merupakan bentuk merendahkan diri secara berlebihan.

Alih-alih percaya diri menerima pujian, mereka justru menolaknya. Hal ini biasanya berasal dari keyakinan bahwa mereka memang tidak cukup baik.

4. “Orang lain lebih hebat dari aku”

Membandingkan diri dengan orang lain adalah hal yang manusiawi. Namun jika terlalu sering diucapkan, ini menunjukkan adanya rasa tidak cukup dalam diri.

Mereka melihat ke luar untuk mengukur nilai diri, bukan dari dalam. Akibatnya, kepercayaan diri menjadi rapuh dan mudah goyah.

5. “Aku takut ganggu kamu”

Kalimat ini sering muncul dalam hubungan sosial. Sekilas terdengar sopan, tetapi bisa menjadi tanda bahwa seseorang merasa kehadirannya tidak cukup berharga.

Ada ketakutan bahwa mereka tidak diinginkan, sehingga selalu berhati-hati berlebihan dalam berinteraksi.

6. “Aku memang orangnya kayak gini”

Ini sering digunakan sebagai pembelaan diri ketika menerima kritik. Alih-alih terbuka untuk berkembang, mereka menggunakan kalimat ini sebagai “tameng.”

Di baliknya, ada rasa takut berubah dan kekhawatiran bahwa mereka tidak mampu menjadi lebih baik.

7. “Nggak apa-apa kok, aku biasa aja”

Padahal sebenarnya tidak baik-baik saja.

Orang dengan rasa tidak aman sering menekan emosi mereka karena takut dianggap lemah atau merepotkan orang lain. Mereka memilih menyembunyikan perasaan, bahkan ketika sedang terluka.

8. “Kamu yakin sama aku?”

Ini adalah salah satu ungkapan paling jujur dari rasa tidak aman.

Di balik pertanyaan ini, ada kebutuhan akan validasi dan kepastian. Mereka ingin diyakinkan, karena di dalam diri mereka sendiri, keyakinan itu belum sepenuhnya ada.

Penutup

Rasa tidak aman adalah bagian dari pengalaman manusia. Tidak ada yang sepenuhnya kebal dari perasaan ini. Namun, yang sering tidak disadari adalah bagaimana rasa tersebut muncul dalam bentuk kata-kata sederhana setiap hari.

Mengenali ungkapan-ungkapan ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami diri sendiri dengan lebih jujur. Karena dari kesadaran itulah, perubahan bisa dimulai.

Kadang, hal paling kecil yang kita ucapkan justru mengungkap hal paling besar yang kita rasakan.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore