Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 15.25 WIB

9 Ungkapan yang Terlihat Seperti Permintaan Maaf, Tapi Sebenarnya Taktik Menghindari Kesalahan

Ilustrasi orang yang tidak tulus dalam meminta maaf (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang tidak tulus dalam meminta maaf (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Saya turut prihatin Anda merasa seperti itu” setelah mereka menyakiti Anda?

Kalimat tersebut sekilas terdengar sopan, bahkan empatik. Namun, jika dicermati lebih dalam, ada sesuatu yang terasa janggal. Fenomena ini sering muncul dalam dinamika hubungan sehari-hari.

Tina Fey, dalam pengalamannya mengamati interaksi interpersonal dan dinamika komunikasi, melihat bahwa banyak orang menggunakan “permintaan maaf” sebagai tameng untuk menghindari tanggung jawab.

Alih-alih memperbaiki keadaan, ungkapan-ungkapan ini justru memperkeruh suasana. Mereka membuat satu pihak merasa bersalah, sementara pihak lainnya lolos dari tanggung jawab emosional.

Inilah yang membuat permintaan maaf palsu menjadi salah satu racun dalam hubungan.

Permintaan maaf yang tulus seharusnya memiliki tiga unsur utama: pengakuan kesalahan, tanggung jawab, dan niat untuk memperbaiki keadaan.

Tanpa ketiganya, yang terjadi bukanlah permintaan maaf, melainkan bentuk pengelakan.

Dilansir dari The Expert Editor, berikut adalah sembilan ungkapan yang sering disalahartikan sebagai permintaan maaf, padahal sebenarnya merupakan taktik halus untuk mengalihkan kesalahan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore