
Foto seorang pria sedang menutupi telinga (Freepik)
JawaPos.com - Telinga kita bertugas sebagai alat pendengar. Berkatnya kita bisa berkomunikasi, mendengarkan musik, dan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pendengaran.
Tapi, kesehatan akan pendengaran kita ini terkadang kurang diperhatikan. Padahal kesehatan telinga dapat mempengaruhi kualitas hidup.
Dilansir dari Alodokter, tinnitus untungnya bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain. Seperti gangguan dari dalam telinga, pembuluh darah atau efek samping obat-obatan.
Penderita kondisi ini akan merasakan telinga mereka berdengung terus menerus. Selain itu, kondisi ini dapat dialami oleh semua orang. Namun, lebih sering ditemukan pada orang-orang dengan usia di atas 60 tahun.
Gejala
Dilansir dari Mayo Clinic, tinnitus sering dideskripsikan dengan telinga berdengung, walaupun tidak ada suara dengungan dari luar.
Penderita tinnitus juga dapat mendengar suara melengking, berdering, berdetak, mendesis, seruan, dan lainnya.
Suara-suara yang terdengar oleh satu penderita tinnitus dapat sangat berbeda dari penderita lainnya. Kondisi ini dapat terjadi dalam kurun waktu lama, atau datang dan pergi kapan saja.
Salah satu tinnitus yang cukup jarang adalah ketika tinnitus menirukan suara beritme seperti detak jantung (pulsatile tinnitus). Tinnitus macam ini dapat didengar oleh dokter ahli saat pemeriksaan.
Penyebab
