
Irawan Prakoso Bantah Sampaikan Pesan Riza Chalid ke Pertamina soal Sewa Terminal BBM. (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengusaha Irawan Prakoso membantah pernah mendesak PT Pertamina (Persero) untuk menyewa terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) yang terafiliasi dengan Muhammad Riza Chalid. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya bersaksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (31/3).
Perkara ini menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, serta mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta.
Dalam persidangan, penasihat hukum terdakwa, Aldres Napitupulu, mengonfirmasi isi surat dakwaan jaksa yang menyebut Irawan sebagai pihak yang menyampaikan pesan dari Riza Chalid terkait penyewaan terminal BBM OTM. Namun, Irawan secara tegas membantah tudingan tersebut.
“Tidak pernah, Pak,” ujar Irawan.
Ia juga membantah pernah menawarkan atau menyampaikan informasi mengenai rencana pengambilalihan terminal BBM OTM kepada Hanung, termasuk dalam pertemuan yang disebut terjadi pada Maret 2013.
“Tidak ada, tidak pernah,” klaimnya.
Irawan mengakui pernah bertemu dengan Hanung, namun ia menegaskan pertemuan tersebut hanya bersifat silaturahmi dan tidak membahas kerja sama terminal BBM.
“Silaturahmi, Pak,” ucapnya.
Ia juga menyatakan tidak pernah mendesak pihak Pertamina untuk mempercepat penyewaan terminal BBM OTM maupun berkomunikasi dengan pihak lain terkait penggunaan fasilitas tersebut.
