
Ilustrasi perkelahian berujung maut (ANTARA/Ardika/am)
JawaPos.com - Kabar duka menyelimuti Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat perselisihan dengan oknum prajurit TNI berinisial Pratu SB.
Menanggapi peristiwa tersebut, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku, Letkol Inf M. Aminulah, langsung angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf terbuka.
Letkol M. Aminulah menyatakan duka cita mendalam kepada keluarga korban, Sukra Umagafur. Ia menegaskan bahwa pihak TNI sangat menyayangkan kegaduhan yang terjadi di ruang publik akibat insiden ini.
"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami merasakan kesedihan yang dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (28/3).
Kronologi Perselisihan Berujung Maut
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/3) ini bermula dari konflik antar pemuda. Diketahui, adik dari Pratu SB terlibat perkelahian dengan adik korban. Situasi memanas saat rombongan keluarga korban mendatangi kediaman Pratu SB yang kala itu sedang menjalani cuti Lebaran.
Berdasarkan laporan awal, aksi protes tersebut berlanjut pada dugaan pengeroyokan terhadap adik Pratu SB oleh sekelompok orang yang diduga di bawah pengaruh minuman keras. Saat mencoba melerai, Pratu SB mengaku ikut menjadi sasaran pemukulan.
Dalam posisi terdesak, Pratu SB melayangkan pukulan balasan yang mengenai wajah korban. Benturan keras pada bagian belakang kepala saat korban terjatuh di aspal diduga menjadi penyebab fatal. Meski sempat dilarikan ke RSUD Sanana, nyawa korban tidak tertolong.
TNI Pastikan Proses Hukum Transparan
