Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
JawaPos.com-Dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, polisi dan TNI sama-sama mengungkap inisial terduga pelaku. Namun, ada perbedaan di antara identitas yang diungkap oleh Polda Metro Jaya dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Berdasar keterangan yang disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers pada Rabu (18/3), ada dua terduga pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Yakni terduga pelaku berinisial BHWC dan MAK.
Kombes Iman memastikan bahwa terduga pelaku tersebut teridentifikasi dari hasil penyidikan yang mengedepankan metode scientific crime investigation. Diantaranya dengan memadukan data dan informasi dari rekaman CCTV dengan data milik kepolisian.
”Kami melakukan analisa secara mendalam dan scientific. Dari rekaman CCTV, ditemukan kecocokan identitas yang sangat kuat, mulai dari wajah pelaku hingga pakaian yang digunakan, yang identik dengan saat kejadian,” kata Iman kepada awak media.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyampaikan bahwa jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi para pelaku di balik aksi keji terhadap Andrie setelah bekerja keras beberapa hari belakangan.
”Berdasarkan keterangan 15 saksi dan sinkronisasi dengan database Polri, kami telah mengidentifikasi dua pelaku utama dengan inisial BHWC dan MAK,” jelasnya.
Iman mengungkapkan bahwa kunci utama pengungkapan itu berdasar pada penelusuran mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan jalur perlintasan terduga pelaku. Secara faktual, penyidik berhasil memetakan arah pergerakan pelaku, baik sebelum maupun sesudah kejadian.
