
Ilustrasi Borgol. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Perampokan rumah pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT) Ermanto Usman mulai menemui titik terang. Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku perampokan berujung pembunuhan tersebut. Pelaku ditangkap oleh Tim Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya di Jakarta Utara.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim mengkonfirmasi informasi penangkapan pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut. Namun, dia belum bersedia membuka identitas pelaku. Dia menyebut, saat ini penyidik masih terus mendalami kasus yang kini menjadi perhatian publik secara luas.
”Benar (pelaku sudah ditangkap, informasi lengkapnya) nanti ya,” kata dia pada Selasa (10/3).
Baca Juga:Muhammadiyah Dorong Hasil Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri Segera Diumumkan ke Publik
Serupa dengan Abdul Rahim, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih menelusuri berbagai kemungkinan dalam kasus tersebut, termasuk diantaranya yang berkaitan dengan informasi terjadinya pembunuhan korban perampokan tersebut.
”Masih didalami (oleh penyidik),” ucap Budi singkat.
Polda Metro Jaya memang sedang mendalami berbagai kemungkinan terkait dengan perampokan sadis yang menyebabkan korban bernama Ermanto Usman tewas di rumahnya di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).
Belakangan publik mengungkap bahwa Ermanto Usman adalah seorang aktivis buruh yang pernah tergabung dalam Serikat Pekerja JICT. Dia beberapa kali menjadi narasumber dalam podcast Madilog yang membahas berbagai isu perburuhan, termasuk dugaan korupsi di JICT.
Baca Juga:Kans Arema FC Selamatkan Persebaya Surabaya! Singo Edan Berpeluang Tahan Laju Bhayangkara FC
Karena itu, banyak pihak merasa curiga dengan kasus perampokan yang dialami oleh Ermanto Usman. Mereka menduga Ermanto dibunuh karena bersuara lantang. Atas spekulasi itu, Polda Metro Jaya menyatakan tengah melakukan pendalaman kasus tersebut.
Tidak hanya itu, polisi juga berupaya mengungkap motif di balik aksi kejahatan tersebut. Budi memastikan bahwa jajarannya tidak tinggal diam sejak mengetahui Ermanto ditemukan tewas di rumahnya. Apalagi pasca keluarga Ermanto mengadu kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Ketua LPSK Brigjen Pol (Purn) Achmadi menyatakan bahwa pihaknya telah menerima permohonan tersebut. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan langkah awal. Mereka sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut.
”Intinya terhadap perkara ini LPSK telah melakukan langkah-langkah awal koordinasi dengan satuan yang menangani, pimpinan satuan yang menangani,” ujarnya.
