Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 April 2026, 19.47 WIB

Pramono Ungkap Peran Muhammadiyah dalam Pemutihan 6.000 Ijazah Warga Jakarta 

Gubernur DKI Jakarya Pramono Anung hadiri halalbihalal Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (4/4). (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarya Pramono Anung hadiri halalbihalal Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (4/4). (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara halalbihalal Idulfitri 1447 H bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (4/4). Dalam momen tersebut, Pramono menyoroti peran besar Muhammadiyah dalam mempopulerkan tradisi halalbihalal di Indonesia.

Pramono menjelaskan bahwa istilah halalbihalal memiliki akar sejarah yang kuat di Muhammadiyah. Berdasarkan catatan sejarah, Majalah Suara Muhammadiyah sudah menggunakan istilah "Chalal bil Chalal" sejak tahun 1924.

"Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sangat positif dan perlu dilestarikan, karena mengandung dua hal penting, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan. Maka, saya mendukung kebiasaan baik tersebut," ujar Gubernur Pramono.

Ia juga menambahkan betapa pentingnya peran tulisan-tulisan di masa lalu dalam membentuk tradisi ini.

"Jika Muhammadiyah tidak memulai tradisi halalbihalal, atau bahkan menganggapnya sebagai bid’ah, tentu kondisi masyarakat kita hari ini akan sangat berbeda. Justru Muhammadiyah, melalui tulisan-tulisan di Suara Muhammadiyah, menegaskan bahwa halalbihalal merupakan sunnah hasanah, tradisi yang baik. Ini bagian dari sejarah Muhammadiyah," jelasnya.

Bagi Pramono, esensi halalbihalal sangat relevan dengan visi pembangunan Jakarta. Ia ingin Jakarta menjadi kota yang inklusif dan merangkul semua perbedaan.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua golongan, semua agama, dan semua kelompok, yang diperlakukan secara terbuka dan adil," tuturnya.

Sinergi Pemprov DKI dan Program Pro-Rakyat

Gubernur juga mengapresiasi kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung program pemerintah. Salah satu kerja sama yang paling dirasakan manfaatnya adalah terkait masalah pendidikan warga.

"Saya mendapat dukungan, khususnya dari Bapak Ahmad Abubakar selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga Jakarta. Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan beliau dan jaringan yang dimiliki. Saya juga menerima banyak pesan motivasi dari warga Muhammadiyah dalam memimpin Jakarta," ungkapnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore