
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Walikota Tangerang Sachrudin meresmikan bus TransJakarta rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Blok M, Jakarta, Kamis (12/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Layanan Transjakarta baru saja merayakan hari jadinya yang ke-12 dengan catatan prestasi gemilang. Bukan sekadar transportasi publik, moda kebanggaan warga ibu kota ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi yang masif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kontribusi ekonomi dari layanan ini telah mencapai angka fantastis, yakni Rp 73,8 triliun. Dengan melayani 1,4 juta penumpang setiap harinya, Transjakarta kini menjadi tulang punggung mobilitas Jakarta.
Pencapaian ini menempatkan infrastruktur Jakarta di radar dunia. Mengutip data Time Out 2025, Jakarta kini menduduki peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan posisi kedua di Asia setelah Singapura.
Gubernur Pramono menjelaskan, setiap rupiah yang diinvestasikan ke sektor ini memberikan efek domino yang luar biasa bagi masyarakat.
"Dengan capaian tersebut, TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Bahkan, berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Gubernur Pramono belum lama ini.
Ia menambahkan, setiap Rp 1 triliun investasi mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp 3,2 triliun. "Momentum ini harus dijaga. Semakin besar TransJakarta, harapan publik pun semakin tinggi," tegasnya.
Meski performa terus meningkat, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Gubernur Pramono meminta manajemen tidak berkompromi dengan kelalaian di lapangan, baik oleh operator maupun pengemudi.
"Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran," ungkap Pramono.
