
Banjir genang ruas Tol Jagorawi arah Jakarta pada Sabtu (21/3) sore hingga malam. (Istimewa).
JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) kini dalam posisi siaga satu menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem. Berbagai langkah mitigasi dilakukan, mulai dari optimalisasi infrastruktur hingga pengerahan ratusan unit pompa di titik-titik rawan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memastikan, seluruh jajaran telah bersiap penuh untuk menjaga ibu kota dari genangan air.
"Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/3).
Fokus utama Dinas SDA saat ini adalah memastikan sistem polder dan pompa berfungsi tanpa kendala. Hingga 13 Maret 2026, tercatat ada 668 unit pompa stasioner yang telah siaga di 243 lokasi strategis.
Tak hanya itu, Jakarta juga didukung oleh 537 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi. Pompa mobile ini menjadi "senjata" andalan untuk menjangkau titik genangan yang tidak ter-cover oleh pompa permanen.
Pengerukan Masif di Sungai dan Waduk
Selain kesiapan mesin, kapasitas daya tampung air di Jakarta terus diperluas. Sejak awal Januari 2026, pengerukan kali, sungai, hingga waduk dilakukan secara maraton.
Data terbaru menunjukkan volume pengerukan di lima wilayah kota telah menembus angka 123.393 meter kubik. Angka ini dipastikan akan terus bertambah seiring perluasan area pengerukan demi meminimalisir luapan air saat hujan deras melanda.
Sepanjang tahun 2025 lalu, total pengerukan mencapai 919.173 meter kubik dengan dukungan alat berat sebanyak 260 unit excavator dan 465 unit dump truck.
Pasukan Biru Siaga 24 Jam
