
Mobil angkutan kota (angkot) mogok usai nekat menerjang banjir di Jalan Daan Mogot, Minggu (8/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Kawasan Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, pagi ini berubah menjadi "lautan" cokelat. Banjir setinggi 60 sentimeter merendam ruas Jalan Daan Mogot pada Minggu (8/3), mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Cengkareng menuju Grogol lumpuh total.
Antrean kendaraan mengular panjang. Mayoritas pengendara mobil dan motor memilih menepi karena enggan menerjang genangan yang berisiko membuat mesin kendaraan mogok.
Kondisi jalur yang tidak bisa dilewati memaksa sebagian pengendara nekat mengambil langkah ekstrem. Mereka terpaksa melawan arus menggunakan jalur dari arah Grogol menuju Cengkareng yang posisinya dinilai lebih tinggi.
Meski berbahaya, opsi ini diambil demi tetap bisa bergerak ke arah pusat kota. Namun, tak sedikit pula yang tetap mencoba peruntungan dengan menerobos air meski genangan sudah mencapai paha orang dewasa.
Syibel, 24, warga setempat, mengungkapkan bahwa air mulai naik dengan cepat sejak pagi buta setelah hujan ekstrem melanda Jakarta sejak Sabtu malam.
"Hujan deras mulai sekitar 11 malam tadi, lalu sekitar jam enam air mulai naik. Bahkan katanya ada tanggul yang jebol di sekitar sana," ujar Syibel di lokasi, Minggu.
Dia menambahkan bahwa titik banjir kali ini cukup panjang dan memutus akses utama warga.
"Banjirnya dari Samsat sampai ke Satpas SIM, memanjang sampai ke sini. Kalau di jalan rayanya kira-kira sudah sepaha. Jadi arus lalu lintas di wilayah ini sudah lumpuh," katanya.
Baca Juga:Jalan Daan Mogot Banjir Pagi Ini: Macet Mengular 5 KM, Polisi Imbau Cari Jalur Alternatif!
Dampak banjir Jakarta hari ini dirasakan langsung oleh Aldo, seorang pekerja yang hendak menuju kawasan Bandengan, Jakarta Utara. Perjalanan yang biasanya singkat kini berubah menjadi perjuangan berjam-jam.
"Biasanya dari Kalideres ke kantor saya di Bandengan cuma sekitar 30 menit. Tapi sekarang sudah hampir satu jam karena macet dan banjir," terang Aldo.
Ia menceritakan betapa sulitnya medan yang harus ditempuh para pemotor. "Awalnya masih bisa dilewati motor, tapi semakin ke sini airnya makin dalam. Banyak motor yang akhirnya harus didorong karena sudah tidak bisa jalan," katanya.
Bukan hanya Daan Mogot, data dari BPBD DKI Jakarta mencatat skala banjir kali ini cukup masif. Sebanyak 75 RT dan 19 ruas jalan di Jakarta terendam air dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 170 cm di wilayah Jakarta Selatan.
